REPUBLIKBERITA.CO.ID, Banjar-Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan kemudahan akses bantuan darurat bagi masyarakat, khususnya di tengah ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP), pemerintah menjamin layanan panggilan darurat 112 tetap dapat diakses warga meski tanpa pulsa maupun dalam keterbatasan jaringan.
Kepala DKISP Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi penanganan banjir, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, layanan 112 dirancang sebagai sarana komunikasi inklusif yang dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat saat kondisi kritis.
“Layanan 112 tetap bisa digunakan meskipun tidak ada pulsa, bahkan dalam kondisi jaringan terbatas. Ini sangat penting, terutama bagi warga yang berada di daerah pelosok,” ujar Basith.
Ia menjelaskan, layanan 112 berfungsi sebagai pusat panggilan terpadu atau call center yang mengintegrasikan berbagai layanan kedaruratan. Melalui satu nomor, masyarakat dapat melaporkan beragam kejadian, mulai dari banjir, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, hingga kebutuhan medis mendesak.
Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi oleh operator dan langsung diteruskan kepada instansi teknis terkait untuk penanganan di lapangan.
“Jika masyarakat membutuhkan ambulans, laporan akan diteruskan ke rumah sakit. Jika terjadi kebakaran, langsung dihubungkan ke petugas pemadam. Semua sudah terintegrasi,” jelasnya.
Keberadaan layanan darurat bebas pulsa ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga Martapura, Yahya (27), menilai layanan tersebut sangat membantu, terutama saat kondisi banjir kerap disertai pemadaman listrik dan gangguan jaringan.
“Sangat membantu ada layanan darurat yang gratis. Sekarang banyak orang tidak menggunakan pulsa, lebih ke paket data atau WiFi. Saat kondisi darurat, adanya jalur komunikasi lain seperti ini sangat penting,” ungkapnya.
Basith menambahkan, layanan 112 memiliki cakupan luas hingga menjangkau wilayah dengan tantangan geografis seperti Kecamatan Paramasan dan Sungai Pinang. Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan sosialisasi yang lebih masif agar layanan ini dikenal dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Peran media sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, agar layanan 112 benar-benar menjadi solusi cepat saat terjadi keadaan darurat,” katanya.
Selain optimalisasi layanan panggilan darurat, DKISP Kabupaten Banjar juga tengah menyiapkan penguatan teknologi informasi untuk mendukung penanganan bencana. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi pelaporan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat mengirimkan laporan visual kondisi terkini secara real-time.
“Dengan data dan informasi yang cepat serta akurat dari masyarakat, pimpinan daerah dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam penanganan bencana,” pungkas Basith.
