Martapura, Kalsel – Meluasnya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar tidak menyurutkan komitmen PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar dalam memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan aman dan terkendali. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan luapan sungai yang meningkat, perusahaan langsung bergerak cepat menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga infrastruktur serta kontinuitas distribusi air.
Kasubag Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, menjelaskan bahwa sejak awal banjir meluas, manajemen telah mengaktifkan sistem pengamanan operasional. Jika air sungai meluap melebihi ambang batas aman, operasional pompa dihentikan sementara guna mencegah kerusakan mesin dan potensi korsleting listrik.
“Ketika debit air sungai meningkat dan berpotensi mengganggu operasional, prioritas utama kami adalah keselamatan instalasi dan petugas, sekaligus memastikan suplai air bersih tetap bisa dinikmati masyarakat,” ujar Mahyuni, Selasa (6/1/2026).
Selain penghentian sementara pompa saat kondisi ekstrem, petugas juga melakukan pengamanan panel listrik serta pembersihan saringan air dari sampah dan lumpur yang terbawa arus banjir. Langkah ini penting untuk memastikan aliran air baku tetap terjaga dan proses produksi tidak terganggu lebih jauh.
Dalam situasi darurat banjir, PTAM Intan Banjar menetapkan status siaga dengan menempatkan tim piket selama 24 jam untuk memantau kondisi lapangan. Apabila kapasitas produksi menurun akibat meningkatnya kekeruhan air baku, perusahaan menerapkan pola distribusi bergilir agar pasokan tetap merata dan terkendali.
“Kalau kondisi sangat darurat, kami siapkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih ke wilayah pelanggan yang terdampak paling parah,” katanya.
Dari sisi kualitas, perusahaan juga melakukan penyesuaian teknis secara ketat. Untuk menjaga air tetap memenuhi standar kesehatan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, dosis koagulan ditingkatkan guna mengatasi lonjakan kekeruhan air sungai. Uji laboratorium dilakukan secara berkala, bahkan hingga per jam, untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan tetap aman. Tak hanya itu, flushing pipa di sejumlah titik juga dilaksanakan untuk membuang endapan lumpur dan menjaga kejernihan air sampai ke pelanggan.
Mahyuni turut mengimbau masyarakat agar berperan aktif selama masa banjir. Pelanggan disarankan menampung air secukupnya sebagai cadangan, memeriksa potensi kebocoran instalasi pipa rumah, menggunakan air secara hemat untuk kebutuhan prioritas, serta segera melapor apabila terjadi gangguan layanan.
Melalui kesiapsiagaan dan langkah teknis yang terukur, PTAM Intan Banjar menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi meski tantangan banjir melanda.
