

REPUBLIKBERITA.CO.ID, BANJARBARU – Rencana penggalangan dana untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru menuai sorotan dari kalangan pengusaha. Mereka diduga keberatan dengan adanya permintaan sumbangan yang dinilai cukup besar dan berpotensi memberatkan.

Keresahan itu muncul setelah beredarnya surat dari panitia pelaksana kegiatan yang memuat rencana kebutuhan anggaran hingga mencapai Rp1,4 miliar. Surat tersebut diketahui ditujukan kepada sejumlah pengusaha di Kota Banjarbaru untuk meminta dukungan dana demi menyukseskan rangkaian kegiatan hari jadi kota.
Besarnya angka yang tercantum dalam rencana anggaran tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari kalangan pelaku usaha. Beberapa di antaranya bahkan mengeluhkan nominal iuran yang dianggap tidak kecil, terlebih jika tidak disertai penjelasan rinci mengenai peruntukannya.
Menanggapi polemik tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat dikonfirmasi awak media memilih mengarahkan pertanyaan kepada Sekretaris Daerah.
“Untuk masalah itu silakan konfirmasi ke Sekda saja ya, maaf saya sedang ada pertemuan,” ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Banjarbaru Sirajoni, AP, MM membenarkan bahwa sempat ada rencana penggalangan dana dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp1,4 miliar. Namun menurutnya, angka tersebut masih sebatas konsep awal yang belum difinalkan.
“Memang kemarin sempat ramai kabar iuran hari jadi sebesar Rp1,4 miliar itu, namun anggaran sebesar itu sebenarnya belum final,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa konsep perayaan hari jadi Kota Banjarbaru dirancang dengan semangat “dari rakyat untuk rakyat”. Karena itu panitia berupaya mengakomodasi berbagai kegiatan masyarakat yang memerlukan dukungan pembiayaan.
“Maka dari itu rencana awal membutuhkan anggaran hingga Rp1,4 miliar untuk mendanai berbagai kegiatan masyarakat. Karena itu panitia sempat menyampaikan surat permohonan bantuan atau donasi kepada sejumlah pihak,” ujarnya.
Namun setelah dilakukan evaluasi melalui rapat internal, sejumlah kegiatan—terutama pada sektor hiburan—diputuskan untuk ditiadakan guna menekan anggaran.
“Jadi hasil rapat terakhir, anggaran untuk perayaan hari jadi disepakati sebesar Rp300 juta saja,” ungkap Sirajoni.
Ia menambahkan, sumber dana tersebut berasal dari sponsor serta donasi yang telah terkumpul sebelumnya. Saat ini panitia juga telah menutup penggalangan donasi.
“Jadi anggaran yang digunakan hanya sekitar Rp300 juta,” katanya.
Meski demikian, polemik mengenai rencana iuran tersebut tetap memunculkan pertanyaan dari kalangan pengusaha terkait mekanisme penggalangan dana dan transparansi perencanaan kegiatan. Beberapa pihak berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih terbuka sejak awal terkait rencana pembiayaan kegiatan yang melibatkan partisipasi dunia usaha, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat

