Republikberita.co.id, Banjarbaru,- Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Kota Banjarbaru Tahun 2025 dengan tema “Sinergi Pengendalian Inflasi dalam Rangka Peningkatan Permintaan Bahan Pokok Penting Menjelang HBKN Nataru Tahun 2025”.
Kegiatan berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Jumat (24/10/2025), dan dihadiri unsur pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, perwakilan SPPG Kota Banjarbaru, serta instansi vertikal terkait pengendalian harga dan ketahanan pangan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Fadillurahman Alfian, menyampaikan bahwa HLM TPID 2025 dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN) dan Keputusan Wali Kota Banjarbaru Nomor 100.3.3.3/33/KUM/2025 tentang TPID Kota Banjarbaru.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi pengendalian inflasi, memastikan kesiapan rantai pasok pangan, serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Natal, Tahun Baru, dan Haul Abah Guru Sekumpul ke-20.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran TPID dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memastikan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok tetap terkendali di pasar,” ujar Fadillurahman.
Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai indikator stabilitas ekonomi daerah, khususnya bagi Banjarbaru sebagai barometer ekonomi Kalimantan Selatan.
“Kita harus terus berupaya menjaga inflasi agar tetap terkendali dalam kisaran aman dan sesuai toleransi nasional,” ujarnya.
Wartono menekankan pengendalian inflasi memerlukan kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia mendorong TPID merumuskan langkah strategis yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh anggota TPID dan pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, memperdalam kolaborasi, dan terus berinovasi dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.
Selain membahas inflasi, HLM TPID juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan menjelang momentum akhir tahun, termasuk Haul Abah Guru Sekumpul serta perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana permintaan bahan pokok biasanya meningkat.
Wartono berharap pertemuan ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat Banjarbaru.
