
REPUBLIKBERITA.CO.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat menindaklanjuti kondisi penurunan pondasi Jembatan Aramco di Kecamatan Pengaron. Saat ini, proses penanganan telah memasuki tahap akhir perencanaan teknis yang disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan kelancaran akses transportasi pada jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Pengaron dan Kertak Empat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim teknis, diketahui pondasi jembatan mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter. Penurunan tersebut disebabkan oleh gerusan arus sungai saat banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun 2026. Meski demikian, hasil pengecekan menunjukkan bahwa struktur utama jembatan yang berbahan baja masih berada dalam kondisi baik dan tetap utuh.
Sejak perubahan kondisi itu terdeteksi, Dinas PUPRP Kabupaten Banjar langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan kajian teknis di lapangan, penyelidikan kondisi tanah, hingga pemasangan rambu peringatan dan pengamanan di sekitar jembatan guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar Anna Rosida Santi melalui Kepala Bidang Bina Marga Jimmy menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini tengah menunggu pemaparan hasil perencanaan teknis dari konsultan perencana.
“Insya Allah besok Senin (16/3) kami meminta konsultan perencana melakukan ekspose hasil perencanaannya. Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam pelaksanaan penanganan fisik di lapangan,” ujarnya, Minggu (15/3).
Tidak hanya fokus pada kondisi jembatan, Pemkab Banjar juga melakukan pemantauan terhadap titik longsor pada ruas Jalan Pengaron–Kertak Empat yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Pemantauan ini bertujuan agar langkah penanganan yang disiapkan dapat mencakup seluruh kondisi infrastruktur di kawasan tersebut secara menyeluruh.
Dari hasil asesmen teknis awal, kebutuhan anggaran untuk perbaikan pondasi jembatan diperkirakan mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar. Dengan mempertimbangkan tahapan perencanaan pembangunan daerah serta ketersediaan anggaran tahun berjalan, pekerjaan fisik jembatan direncanakan akan diusulkan dalam program pembangunan daerah melalui APBD Tahun 2027.
Sementara itu, di tingkat kewilayahan, Plt Camat Pengaron Heryanto menyampaikan bahwa pihak kecamatan bersama pemerintah desa tengah mengkaji opsi jalur alternatif melalui jalan desa di wilayah Kertak Empat sebagai tambahan akses bagi masyarakat.
Namun demikian, penggunaan jalur tersebut masih memerlukan koordinasi lebih lanjut agar tetap memperhatikan daya dukung infrastruktur jalan desa.
“Rambu peringatan sudah dipasang, dan untuk angkutan berat sementara dialihkan melalui jalan Desa Kertak Empat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut serta mematuhi rambu yang telah dipasang. Pembatasan muatan kendaraan, khususnya bagi angkutan berat, diharapkan dapat membantu menjaga kondisi jalan dan jembatan agar tetap aman dilalui.
Pemkab Banjar menegaskan bahwa setiap penanganan infrastruktur dilakukan berdasarkan kajian teknis yang komprehensif, sehingga solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan keamanan dan keberlanjutan bagi masyarakat dalam jangka panjang.

