
REPUBLIKBERITA.CO.ID, MARTAPURA – Nuansa haru dan kebersamaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar PT Berkat Rizki Alam dan PT Berkat Bersaudara Bersatu di Sungai Ulin, Banjarbaru, Senin (16/3/2026) sore.

Mengusung semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan ini menghadirkan puluhan anak yatim piatu, warga sekitar, serta karyawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam satu suasana hangat penuh kekeluargaan.

Sejak sore hari, senyum ceria anak-anak yatim sudah menghiasi lokasi kegiatan. Mereka datang dari Panti Asuhan NU Martapura dan Pondok Pesantren RMA Banjarbaru, menyatu dalam kebersamaan yang jarang mereka rasakan dalam keseharian.
Pimpinan PT Berkat Rizki Alam dan PT Berkat Bersaudara Bersatu, H Irwan Bora, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap sesama.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk berbagi kebahagiaan. Kami ingin anak-anak yatim merasakan perhatian dan kasih sayang, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan seluruh karyawan,” ujarnya penuh makna.
Tak hanya melibatkan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas internal perusahaan. Para karyawan dapur MBG dari berbagai unit operasional—dua dapur SPPG Sungai Ulin, SPPG Pelaihari, dan SPPG Tungkaran—turut ambil bagian, membaur tanpa sekat bersama para tamu undangan.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat. Doa bersama dipanjatkan, mengiringi harapan akan keberkahan, kesehatan, dan keberlanjutan rezeki bagi semua yang hadir. Saat azan berkumandang, kebersamaan terasa begitu hangat—tidak ada perbedaan, semua duduk sejajar menikmati hidangan berbuka.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat. Karena kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi dengan sesama,” tutup Irwan Bora.
Di tengah kesederhanaan acara, tersimpan makna besar—bahwa kepedulian kecil yang dilakukan bersama, mampu menghadirkan kebahagiaan yang begitu luas.

