
REPUBLIKBERITA, BANJARBARU – Komitmen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat kembali ditegaskan PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) melalui kegiatan In-House Training bertajuk “Penerapan Standar Pelayanan bagi Karyawan” yang dilaksanakan pada 11–12 Februari 2026 di Aula Intan III.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya pelayanan prima yang konsisten di seluruh lini kerja. Melalui pelatihan tersebut, setiap karyawan diharapkan memiliki pemahaman yang selaras mengenai standar layanan, sehingga pelanggan merasakan kualitas yang sama di setiap titik interaksi.

Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa standar pelayanan tidak boleh berhenti sebatas dokumen ataupun prosedur operasional.
Menurutnya, Standard Operating Procedure (SOP) memang menjadi fondasi penting, namun kualitas pelayanan sejati lahir dari sikap, empati, dan tanggung jawab personal setiap insan perusahaan.
“Air bersih yang kita distribusikan bukan sekadar produk, tetapi kebutuhan dasar masyarakat. Di setiap tetesnya ada kepercayaan. Karena itu pelayanan harus dijalankan dengan hati,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.
Ia juga berbagi pengalaman saat turun langsung menerima keluhan pelanggan di lapangan. Dari interaksi tersebut, ia menyadari bahwa pelanggan tidak hanya mengharapkan penyelesaian teknis, melainkan juga komunikasi yang jelas, kepastian informasi, dan rasa dihargai.
“Cepat merespons, jujur menyampaikan kondisi, dan menunjukkan empati sering kali lebih bermakna bagi pelanggan,” katanya.
Lebih jauh, Syaiful menekankan pentingnya konsistensi pelayanan di seluruh unit kerja, mulai dari front office, call center, hingga petugas teknis di lapangan. Tidak boleh ada perbedaan standar layanan antarunit.
“Di mana pun pelanggan berinteraksi dengan PTAM, mereka harus merasakan pengalaman layanan yang sama: cepat, ramah, solutif, dan transparan,” tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber R.K. Ariyandi, SE, C.HT, C.SES, CT.BNSP, yang memberikan materi tentang implementasi standar pelayanan serta penguatan pola pikir (mindset) pelayanan prima yang berkelanjutan.
Manajemen menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja perusahaan. Layanan prima, menurut Syaiful, merupakan komitmen jangka panjang yang akan menentukan tingkat kepercayaan publik.
“Layanan prima bukan proyek dua hari. Ini komitmen berkelanjutan. Jika budaya pelayanan kita kuat, kepercayaan pelanggan akan tumbuh dan perusahaan akan semakin kokoh,” tutupnya.
Melalui pelatihan ini, PTAM Intan Banjar kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas layanan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi kepercayaan yang telah dibangun selama ini.

