

REPUBLIKBERITA.CO.ID, KALSEL – Menghadapi ancaman musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menunjukkan kesiapannya. Selasa pagi (14/4/2026), ratusan personel dan deretan peralatan taktis digelar dalam apel kesiapsiagaan sarana prasarana penanggulangan karhutla serta pengecekan peralatan pengendalian massa (Dalmas) di Lapangan Ditlantas Polda Kalsel Km 21 Banjarbaru.

Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan, sebagai bentuk langkah antisipatif menghadapi musim kemarau sekaligus memastikan kesiapan aparat menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Kalsel.
Di bawah terik matahari pagi, deretan kendaraan taktis, mesin pompa air, selang pemadam hingga perlengkapan Dalmas ditampilkan dan diperiksa secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi simbol kesiapan institusi kepolisian dalam menghadapi dua potensi ancaman sekaligus: bencana karhutla dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Melalui Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, disampaikan bahwa Kapolda menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran mengingat Kalimantan Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.
“Pengecekan ini untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai, mulai dari mesin pompa air, selang hingga kendaraan taktis penanggulangan kebakaran,” jelasnya.
Kapolda juga menegaskan komitmen Polri dalam mencegah terjadinya karhutla yang dapat memicu bencana kabut asap serta berdampak luas pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga lingkungan hidup.
“Kita tidak boleh lengah. Ini bentuk kesiapan kami dalam melindungi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesiapsiagaan tersebut, sebanyak 750 personel disiapkan untuk diterjunkan apabila muncul titik api di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan ini diharapkan mampu melakukan respons cepat agar kebakaran tidak meluas dan dapat segera dikendalikan.
Tak hanya fokus pada penanganan karhutla, apel juga dirangkaikan dengan pengecekan peralatan Dalmas dan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) sebagai langkah memastikan kesiapan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Berbagai perlengkapan taktis diperiksa secara detail, mulai dari kendaraan water cannon, security barrier, hingga perlengkapan perorangan seperti helm, tameng, rompi pelindung, alat komunikasi, serta gas air mata.
Kapolda turut mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berpotensi menimbulkan bencana lingkungan, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.
Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Kalsel berada dalam kondisi siaga penuh, baik dalam menghadapi ancaman bencana karhutla maupun potensi gangguan keamanan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para pejabat utama, Kapolresta Banjarmasin, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar, Kapolres Tanah Laut, serta Wakapolres Barito Kuala, yang bersama-sama memastikan kesiapan lintas jajaran dalam menjaga Kalimantan Selatan tetap aman dan terlindungi.

