Republikberita, Banjar – Kodim 1006/Banjar berhasil merampungkan pembangunan empat jembatan di wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru melalui program Jembatan Garuda. Infrastruktur ini dibangun untuk memperkuat konektivitas serta membuka mobilitas masyarakat di kawasan yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
Komandan Distrik Militer 1006/Banjar, Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya menjelaskan, keempat infrastruktur tersebut terdiri dari satu jembatan gantung di Pengaron, satu jembatan rangka di Guntung Manggis (Banjarbaru), serta dua jembatan beton di Kiram dan Tatah Bangkal (Kabupaten Banjar).
Proses pembangunan dilakukan secara efisien. Jembatan rangka di Guntung Manggis rampung hanya dalam 16 hari, sedangkan dua jembatan beton di Kiram dan Tatah Bangkal diselesaikan dalam waktu 21 hari.
Sementara itu, jembatan gantung sepanjang 25 meter di Pengaron membutuhkan waktu paling lama, yakni sekitar satu setengah bulan, akibat tingkat kesulitan teknis yang tinggi.
”Jembatan gantung ini memiliki kesulitan teknis yang cukup luar biasa. Kami melibatkan tim teknis dan ahli sipil karena faktor keselamatan menjadi prioritas utama,” ujar Bambang.

Urgensi pembangunan jembatan gantung di Pengaron didasari oleh kondisi memprihatinkan yang dialami warga setempat. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan kayu yang sering hancur tersapu banjir. Kondisi tersebut bahkan memaksa anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan rakit kecil.
”Setiap banjir, jembatan lama selalu habis. Anak-anak harus menyeberang menggunakan rakit kecil untuk bisa sekolah. Hal itulah yang menjadi alasan utama mengapa lokasi ini masuk dalam skala prioritas,” ungkap Bambang.
Bambang menegaskan keterlibatan TNI dalam program Jembatan Garuda merupakan langkah nyata untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur mendesak. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
”Tolong dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kita tidak tega melihat anak-anak mau sekolah sudah berpakaian rapi, tetapi sampai sekolah basah kuyup. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi cepat dan tepat bagi masyarakat,” pungkasnya.
