RepublikBerita, Banjar — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus meluas hingga mendekati 6.200 hektare dengan total 937 kejadian sejak pertengahan Juli 2026. Situasi ini diperparah oleh ancaman kekeringan yang menyebabkan 74 desa mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha menyampaikan bahwa intensitas karhutla dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan di sejumlah titik rawan.
“Hingga saat ini sudah mendekati 6.200 hektare lahan yang terbakar dengan total kejadian mencapai 937 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wasis Nugraha.
Besarnya luasan api seperti yang terjadi di kawasan Kertak Hanyar hingga membakar 42 hektare lahan membuat petugas harus mengerahkan armada pemadaman udara.
“Kebakaran kemarin cukup besar sehingga memerlukan bantuan penanganan water bombing udara yang dikolaborasikan dengan satgas darat,” jelas Wasis Nugraha.
Proses pemadaman di lapangan juga menghadapi hambatan besar akibat kencangnya hembusan angin serta kondisi medan lahan gambut yang sangat luas.
“Di Pematang KM 5 Gambut juga berlangsung cukup lama dari sore hingga pukul 01.00 malam baru bisa dipadamkan karena angin kencang dan medan yang luas,” ungkap Wasis Nugraha.
Selain penanganan api, BPBD Kabupaten Banjar harus membagi fokus untuk merespons tingginya permintaan pasokan air bersih dari masyarakat terdampak kekeringan.
“Permintaan air bersih terus meningkat. Jika bulan lalu jadwal distribusi bisa dilakukan sepekan dua kali, kini menjadi 10 hari sekali karena banyaknya permintaan desa yang terdampak,” kata Wasis Nugraha.
Untuk menyikapi kondisi ganda tersebut, BPBD telah menyalurkan sekitar 3 juta liter air bersih, meminjamkan 130 unit tandon air ke desa-desa, serta merencanakan penambahan armada truk tangki hingga masuknya musim penghujan.
