RepublikBerita, Banjar – Misi pencarian korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 kini memasuki fase paling krusial sekaligus menegangkan. Memasuki area perairan dalam, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar menerjunkan empat personel penyelam tangguh untuk memperkuat Tim SAR Gabungan di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto menegaskan, pengerahan tim ini merupakan bentuk kesiapsiagaan penuh instansinya dalam merespons panggilan darurat masyarakat.
“Pengerahan personel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab kemanusiaan DPKP Kabupaten Banjar dalam mendukung operasi SAR gabungan,” tegas Agus, Rabu (7/10/2026) petang.
Empat penyelam dari DKPP Banjar meluncur sejak Sabtu (19/9) malam. Keempat personel berseragam biru tersebut meluncur membawa peralatan selam lengkap demi misi kemanusiaan yang mempertaruhkan keselamatan jiwa di dasar sungai.
Penyelaman ke dalam bangkai kapal karam pun bukanlah urusan main-main. Para penyelam harus bertarung melawan arus deras, ombak setinggi tiga meter, jarak pandang bermodal cahaya matahari, hingga celah sempit di dalam lambung kapal yang rawan mengunci mereka di dasar air.
Dari empat personel yang dikerahkan, satu orang mengantongi sertifikasi penyelaman level 2, sedangkan tiga lainnya memegang sertifikasi level 1. Pengalaman mereka menjinakkan kondisi darurat di danau dan sungai Kalimantan menjadi modal penting. Pembagian tugas pun dibuat disiplin: satu orang ikut langsung menyelam bersama tim khusus ke dalam kapal, sementara tiga lainnya bersiap menjaga komando dan keselamatan dari atas perahu.
Agus terus mengingatkan pasukannya agar tidak gegabah di lapangan. Meskipun misi kemanusiaan menuntut respons cepat, keselamatan fisik para petugas tetap menjadi hukum mutlak.
“Setiap penyelaman harus dilakukan secara terukur, disiplin, dan berdasarkan standar operasional penyelamatan. Jika kondisi tidak memungkinkan, keselamatan personel harus tetap diutamakan,” ujar Agus.
Sebelum para penyelam Banjar dan tim Basarnas Special Group (BSG) membelah air, tim SAR lebih dulu menurunkan teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) alias drone bawah air. Alat ini berfungsi memetakan lorong-lorong gelap di dalam lambung KM Virgo Transport 8 sebelum manusia turun tangan.
Penyisiran ekstrem itu akhirnya membuahkan hasil pilu pada Kamis (1/10), saat tim berhasil menemukan tiga korban yang terjebak di dalam kapal.
Bagi DPKP Banjar, aksi nekat menembus bahaya ini bukan sekadar mengejar pemenuhan tugas dinas harian, melainkan bentuk pengabdian paling tulus untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi keluarga korban yang menunggu di daratan.
“Bagi kami, tugas penyelamatan bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga panggilan kemanusiaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kompetensi yang dimiliki harus bisa memberikan manfaat,” pungkasnya.
