
REPUBLIKBERITA.CO.ID. BANJARBARU – Sikap PT PLN (Persero) UID Kalselteng yang belum juga membuka data terkait Pajak Penerangan Jalan (PPJ) menuai sorotan.

Hingga awal Maret 2026, permintaan klarifikasi dari awak media masih belum mendapat jawaban substantif, memunculkan kesan lembaga tersebut enggan bersikap transparan.

Kebingungan publik bukan tanpa alasan. Sejak dimintai penjelasan pada 2025 lalu, pihak PLN belum mampu menyampaikan data yang dimaksud.
Setiap kali dimintai keterangan, jawaban yang muncul cenderung normatif dan berulang: menunggu bagian terkait.
Terakhir, Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, kembali menyatakan bahwa persoalan tersebut berada di ranah unit lain.
“Untuk persoalan itu ada bagian tertentu yang harus menjawabnya. Kebetulan bagian yang menanganinya masih ada kegiatan luar kota,” ujar Vigor, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, pejabat yang berwenang baru akan berada di Kalimantan Selatan pada Rabu mendatang setelah menyelesaikan agenda di Surabaya. Ia memastikan pertanyaan media akan dijawab setelah yang bersangkutan kembali ke kantor.

“Hari Rabu nanti beliau sudah ada di Kalsel. Saat ini sedang berada di Surabaya,” bebernya.
Meski demikian, alasan berulang tersebut justru memperkuat kesan tarik-ulur informasi. Vigor menegaskan pihaknya tidak menghindar, namun ia mengaku tidak berani memberikan penjelasan karena bukan kewenangannya.
“Karena bukan wewenang, makanya saya tidak berani menyampaikannya, takut ada hal yang keliru,” tegasnya.
Pernyataan itu belum sepenuhnya meredakan tanda tanya. Pasalnya, data PPJ merupakan informasi publik yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah.
Ketertutupan yang berlarut berpotensi menimbulkan spekulasi serta menggerus kepercayaan publik terhadap komitmen transparansi BUMN tersebut.
Pihak PLN pun meminta awak media kembali pada Rabu untuk memperoleh jawaban resmi. Publik kini menunggu, apakah penjelasan yang dijanjikan benar-benar menjawab substansi, atau kembali sekadar penundaan.

