

REPUBLIKBERITA.CO.ID., BANJARBARU – Persoalan masalah Narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan masih menjadi problem yang harus ditanggapi dengan serius oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan lantaran saat ini peredaran Narkotika cukup masip terjadi di Provinsi tersebut.
Terbukti dimana saat ini pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) telah berhasil melakukan penangkapan para pengedar narkotika.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan semua itu dapat diketahui dari data yang ada saat melakukan
Operasi Kepolisian Sikat 1 Intan Tahun 2025.
“Pada saat operasi beberapa tindak pidana yang berhasil diungkap Polda Kalsel pertama masalah sajam 21 kasus, curbis 12 kasus, narkotika 11 kasus, Judi 9 kasus, Pengeroyokan 5 kasus, Penganiayaan 4 kasus, Curat 4 kasus, Miras 3 kasus, Pengancaman 2 kasus, Pemerkosaan 1 kasus, KDRT 1 kasus, Anirat 1 kasus, dan Persetubuhan 1 kasus,” Ungkapnya Jumat 9 Mei 2025.
Pada pengungkapan kasus tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan 135 tersangka dalam sembilan hari pelaksanaan Operasi Kepolisian Sikat 1 Intan Tahun 2025.
“Sejak Operasi Sikat berlangsung selama 14 hari, dari tanggal 1 hingga 14 Mei 2025 kami berhasil melakukan pengamanan itu, dimana dalam sembilan hari pertama, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti, antara lain: 33 bilah senjata tajam, 106 botol minuman keras, 117 butir obat terlarang (Seledryl dan ekstasi), 68 paket sabu, satu pucuk airsoft gun, serta sejumlah kendaraan dan dokumen kendaraan.
Dalam masalah ini buka hanya persoalan narkotika tetapi juga terkait dengan kepemilikan airsoft gun ilegal.
Salah satu tersangka ditangkap setelah melakukan pengancaman dengan airsoft gun, yang dilaporkan langsung oleh warga.
Kapolda mengapresiasi seluruh jajaran Ditreskrimum dan Satreskrim Polres yang terlibat dalam operasi, serta dukungan dari masyarakat dan media.
Ia menegaskan bahwa Polda Kalsel akan terus berkomitmen memberantas aksi premanisme di wilayah hukum Kalimantan Selatan.
“Masyarakat diimbau untuk tidak membawa senjata tajam dalam aktivitas sehari-hari demi menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

