RepublikBerita, Batola — Komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat sektor swasta. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh PT Putra Bangun Bersama (PBB), anak perusahaan Julong Group, melalui gelaran Apel Siaga dan Simulasi Tanggap Darurat Karhutla di wilayah operasional perusahaan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Barito Kuala (Batola) H. Bahrul Ilmi, Kapolres Batola AKBP Susilawati, Kapolres Tapin Weldy Rozika, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel Suparmi. Selain mengecek kesiapan personel dan peralatan, perusahaan juga menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Bakumpai dan lima desa sekitar, yaitu Desa Sinar Baru, Sungai Rasau, Simpang Nungki (Batola), serta Desa Sungai Salai, Desa Sungai Salai Hilir dan Kaladan (Tapin).
Vice Director Julong Group Kalimantan Selatan, Rahmad Ade Hidayatullah, menegaskan bahwa dampak karhutla sangat masif terhadap lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pra-bencana menjadi prioritas utama.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT PBB secara konsisten menerapkan zero burning policy—larangan mutlak menggunakan api dalam pembukaan maupun pengelolaan lahan yang mengikat seluruh manajemen, karyawan, hingga mitra kerja.
“Kekuatan utama dalam mencegah karhutla bukan hanya peralatan yang tersedia, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan kerja sama seluruh pihak,” ujar Ade.
Komitmen kolaboratif tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Melalui kerja sama ini, PT PBB memfasilitasi pembentukan regu, memberikan bantuan sarana prasarana, serta menggelar pelatihan pemadaman berkala.
Guna memotivasi warga, perusahaan meluncurkan program Desa Bebas Api. Apresiasi ini diberikan kepada desa mitra yang berhasil mempertahankan wilayahnya dari titik api (zero hotspot) selama satu musim kemarau.
Setiap desa yang berhasil menjaga wilayahnya akan mendapatkan dana stimulus pembangunan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp5 juta. Dana ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas umum maupun kegiatan kemasyarakatan.
Inisiatif preventif ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah provinsi. Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi, berharap langkah PT PBB dapat menjadi percontohan bagi perusahaan lain di Kalsel guna menekan munculnya hotspot.
Senada, Bupati Batola H. Bahrul Ilmi mendorong korporasi di wilayahnya untuk mengikuti langkah serupa dan meminta para kepala desa memperkuat mitigasi dini.
“Para kepala desa harus memperkuat koordinasi dengan masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Jangan sampai api membesar dan menimbulkan bencana,” pesan Bahrul.
