Kabupaten Banjar-Pemerintah Desa Kelampaian Ilir terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Sekretaris Desa Kelampaian Ilir, Rahmani, mengatakan kondisi Posyandu saat ini berjalan aktif dan teratur. Bahkan, kualitas pelayanan terus mengalami peningkatan dengan dukungan kader kesehatan dan bidan desa.
“Posyandu di desa saat ini berjalan dengan sangat aktif dan teratur, serta mengalami peningkatan kualitas yang signifikan. Kegiatan rutin dilaksanakan setiap bulan di dua pos,” ujar Rahmani.
Menurutnya, sarana dan prasarana pendukung pelayanan juga semakin memadai. Di antaranya alat timbang digital, alat ukur tinggi badan atau antropometri, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Untuk sarana dan prasarana penunjang seperti alat timbang digital, alat ukur tinggi badan dan PMT kini sudah lebih memadai berkat dukungan penuh dari kader kesehatan dan bidan desa,” katanya.

Pelayanan Posyandu di Desa Kelampaian Ilir telah terintegrasi untuk melayani berbagai kelompok usia melalui konsep Posyandu Siklus Hidup.
Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, seperti pemeriksaan kehamilan, pemantauan masa nifas, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan imunisasi dasar bagi bayi, pemberian Vitamin A dan obat cacing secara berkala. Posyandu turut memberikan edukasi dan konseling keluarga berencana, penyuluhan gizi serta pencegahan stunting.
Pelayanan juga mencakup pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan skrining penyakit tidak menular, seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Rahmani menyebut partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu tergolong tinggi. Kesadaran orang tua untuk membawa balita ke Posyandu juga terus meningkat seiring pemahaman mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.
“Partisipasi masyarakat saat ini sangat tinggi dan antusias. Kesadaran orang tua untuk membawa balitanya ke Posyandu terus meningkat karena mereka memahami pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, kegiatan Posyandu juga dikemas secara lebih interaktif, salah satunya dengan menyediakan area bermain anak maupun kelas balita singkat.
Pemerintah Desa Kelampaian Ilir juga terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dukungan tersebut dilakukan melalui pengalokasian anggaran desa untuk insentif kader, pengadaan alat kesehatan serta penyediaan PMT yang bergizi dan bervariasi.
Selain itu, pelatihan bagi kader Posyandu juga dilakukan secara berkala bekerja sama dengan Puskesmas. Pemerintah desa juga terus mendorong tersedianya infrastruktur Posyandu yang lebih representatif, bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Meski secara umum berjalan baik, Rahmani mengakui masih terdapat kendala dalam meningkatkan partisipasi masyarakat secara maksimal. Salah satunya adalah kesibukan sebagian orang tua yang bekerja sehingga terkadang tidak dapat mengikuti jadwal Posyandu.
“Kendala yang masih ditemui adalah kesibukan sebagian orang tua yang bekerja. Terkadang jadwal Posyandu berbenturan dengan jam kerja sehingga mereka tidak bisa hadir,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Kelampaian Ilir berharap Posyandu dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan terpadu yang semakin mandiri, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dalam pencatatan data kesehatan masyarakat.
“Kami berharap Posyandu ke depan dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan terpadu yang mandiri dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi desa yang sehat dan bebas stunting,” pungkas Rahmani.
Pemerintah desa juga menargetkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat, didukung sistem pencatatan kesehatan berbasis digital serta semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
