RepublikBerita, Banjar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banjar diduga menyelewengkan dana perjalanan dinas hingga membobol Rp4 miliar. Polda Kalsel memanggil salah satu pimpinan dewan, Rabu (19/8/2026).
Seorang anggota dewan berinisial HA, meminta identitasnya rahasia, mengonfirmasi situasi tersebut.
”Ya, informasi itu benar. Sebenarnya kita miris dan sangat prihatin terkait moralitas dan integritas yang katanya ‘Anggota Dewan yang Terhormat’ ini,” cetusnya melalui pesan WhatsApp.

Tidak berhenti pada kritik etika, ia membongkar bobroknya tata kelola agenda Kunjungan Kerja yang disinyalir sekadar dijadikan formalitas pengerukan anggaran. Bahkan, unsur pimpinan dewan pun diduga ikut merestui modus operandi tak terpuji yang diistilahkan sebagai ‘Kunker Ganti Baju’.
”Kenyataannya masih ada yang senang mempermainkan tugas Perjadin. Bahkan patut diduga, unsur pimpinan pun ada yang menghalalkan Kunker Ganti Baju, di antara banyaknya permasalahan rakyat,” tegasnya.
Biar skandal ini tidak menguap begitu saja atau berakhir dengan kompromi politik. Pengusutan tuntas oleh aparat penegak hukum menjadi harga mati untuk membongkar tabir kebohongan, menyita kembali uang rakyat, dan memberikan efek jera yang nyata.
Hingga berita ini diterbitkan, jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Banjar maupun Polda Kalsel masih terus diupayakan konfirmasinya guna memastikan status hukum serta langkah penanganan atas dugaan kerugian negara senilai miliaran rupiah tersebut.
Pewarta: Pranata
