BANJAR — Sejumlah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Desa Ati’im menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi DPC Apdesi Kecamatan Pengaron yang digelar di Aula Kecamatan Pengaron, Rabu (30/9/2026).
Rakor tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas berbagai kebutuhan dan persoalan yang berkaitan dengan desa. Pembahasannya mencakup sejumlah bidang, mulai dari keamanan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pertanian hingga pendidikan.
Pambakal Desa Ati’im, Muhammad Hasan, mengatakan koordinasi diperlukan untuk memastikan berbagai aspek yang menyangkut kepentingan masyarakat desa dapat menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah keamanan desa. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seperti banjir juga turut dibahas agar desa memiliki langkah yang dapat dilakukan ketika kondisi tersebut terjadi.
“Dalam rakor ini banyak hal yang dibahas untuk Desa Ati’im, mulai dari keamanan desa sampai kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti banjir,” ujar Muhammad Hasan.
Tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan kebencanaan, sektor pertanian juga menjadi bagian dari pembahasan. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan aktivitas masyarakat desa yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan program pemerintahan.
Bidang pendidikan turut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut. Pembahasan lintas bidang tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dalam menentukan langkah yang diperlukan untuk mendukung masyarakat Desa Ati’im.
Selain itu, rakor juga membahas mengenai audit anggaran yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting. Aspek anggaran menjadi bagian penting untuk memastikan program yang berkaitan dengan penanganan stunting dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
Muhammad Hasan menambahkan, pembahasan berbagai sektor dalam satu forum menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi. Dengan begitu, persoalan maupun kebutuhan desa dapat dibicarakan secara bersama dan menjadi bahan dalam pelaksanaan pemerintahan ke depan.
“Harapannya, hasil koordinasi ini bisa menjadi bahan bagi kami dalam menjalankan pemerintahan desa dan memperhatikan berbagai kebutuhan masyarakat, baik dari sisi keamanan, pertanian, pendidikan maupun penanganan stunting,” pungkasnya.
