BANJAR — Tradisi haul Datu Mina di Desa Keramat Mina, Kabupaten Banjar, terus dipertahankan masyarakat setempat. Kegiatan keagamaan tersebut telah rutin dilaksanakan selama sekitar lima tahun dan selalu mendapat antusiasme masyarakat, termasuk warga dari desa-desa tetangga.
Pelaksanaan haul menjadi salah satu kegiatan yang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Desa Keramat Mina. Selain menjadi momentum untuk mengenang sosok yang dipercaya sebagai tetua kampung, kegiatan tersebut juga menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Pambakal Desa Keramat Mina, H. Dahliansyah, menjelaskan, tradisi haul tersebut digelar secara rutin setiap 7 Rabiul Akhir. Dalam pelaksanaannya, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
“Haul ini sudah rutin kami laksanakan sekitar lima tahun. Antusias masyarakat juga lumayan banyak, bahkan warga dari desa tetangga turut datang,” ujar H. Dahliansyah.
Menurutnya, pelaksanaan haul tidak terlepas dari sejarah yang berkembang di tengah masyarakat mengenai sosok Datu Mina. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, Datu Mina merupakan seorang pendatang yang kemudian menetap dan dikenal sebagai salah satu tetua kampung.
Masyarakat setempat juga meyakini Datu Mina memiliki karomah. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari cerita sejarah yang melekat dengan keberadaan Desa Keramat Mina hingga saat ini.
Nama Desa Keramat Mina sendiri dipercaya diambil dari nama Datu Mina yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai sosok yang memiliki karomah.
“Kalau asal-usulnya dari tetua kampung, beliau Datu Mina adalah orang pendatang yang dipercaya masyarakat memiliki karomah. Nama Desa Keramat Mina juga diambil dari nama Datu Mina,” jelasnya.
H. Dahliansyah mengatakan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti haul menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut terus dipertahankan. Kehadiran warga dari desa tetangga juga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diikuti masyarakat Desa Keramat Mina.
Diperkirakan sekitar 1.000 tamu menghadiri kegiatan haul tersebut. Jumlah tersebut membuat pelaksanaan haul menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang cukup ramai di lingkungan Desa Keramat Mina.
Pemerintah Desa Keramat Mina berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Selain menjadi bagian dari sejarah desa, kegiatan haul juga diharapkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan dan masyarakat tetap menjaga silaturahmi serta kebersamaan. Ini juga bagian dari sejarah desa yang perlu kita jaga,” pungkas H. Dahliansyah.
