RepublikBerita, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, turut mengancam keberadaan jaringan distribusi pipa milik PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar.
Untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap sarana dan prasarana distribusi air bersih, PTAM Intan Banjar sempat menyiagakan sekitar 30 personel setiap hari di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, mengatakan personel tersebut dikerahkan secara bergiliran dalam tiga shift untuk melakukan pemantauan sekaligus pengamanan di sekitar jalur jaringan pipa.
Pemantauan terutama dilakukan pada kawasan yang memiliki jaringan distribusi dan berdekatan dengan lahan yang rawan terbakar. Petugas juga memantau titik api yang berada di sekitar maupun yang mulai mendekati jalur pipa.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan.
Kepala Cabang II PTAM Intan Banjar, Alimuddin, saat dihubungi Jumat (25/9/2026) sore, mengatakan kondisi karhutla di kawasan yang berdekatan dengan jaringan distribusi utama PTAM Intan Banjar mulai menurun.
Seiring berkurangnya titik kebakaran, jumlah personel yang melakukan pemantauan dan pemadaman juga mulai dikurangi.
“Sejak kemarin (Kamis, Red) sudah tidak tiga shift lagi. Sekarang dua shift saja. Namun kami terus siaga, memantau dan memadamkan kebakaran,” ujar Ali.
Menurutnya, personel yang bertugas tidak hanya melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memantau kondisi lingkungan di sekitar jalur pipa.
Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini sehingga dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih besar terhadap jaringan distribusi.
Ali mengakui, karhutla yang terjadi di kawasan tersebut sempat menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa distribusi milik PTAM Intan Banjar.
“Ada kerusakan, tapi langsung kita lakukan perbaikan dan semua terkendali,” ucapnya.
PTAM Intan Banjar memastikan pengawasan tetap dilakukan meski intensitas karhutla di sekitar jaringan distribusi mulai menurun. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga jaringan tetap berfungsi sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan tidak terganggu.
