BANJAR – Kesenian tradisional Kuntau Bangkui Menunggal kembali dikembangkan masyarakat Desa Ati’im, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Kelompok kesenian tersebut mulai dibentuk kembali pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan kesenian tradisional di tengah masyarakat.
Pambakal Desa Ati’im, Muhammad Hasan, mengatakan keberadaan Kuntau Bangkui Menunggal menjadi salah satu kesenian tradisional yang ingin terus dipertahankan dan dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di desa.
Menurutnya, pembentukan kembali kelompok tersebut pada 2023 menjadi langkah untuk menghidupkan kembali kesenian yang sebelumnya telah ada di lingkungan masyarakat Desa Ati’im.
“Kuntau Bangkui Menunggal mulai dibentuk kembali pada tahun 2023. Kami ingin kesenian tradisional ini tetap ada dan terus dikenal oleh masyarakat,” ujar Muhammad Hasan.
Kuntau Bangkui Menunggal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan kesenian, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Muhammad Hasan menilai pelestarian kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan masyarakat agar keberadaannya tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Pemerintah Desa Ati’im juga terus mendorong agar kegiatan kesenian yang ada di desa dapat berkembang dan mendapat perhatian dari masyarakat.
Dengan kembali dibentuknya Kuntau Bangkui Menunggal sejak 2023, diharapkan kesenian tradisional tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu identitas budaya Desa Ati’im, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
