RepublikBerita, Banjar – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Banjar memasuki babak baru. Kepengurusan periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dengan Lauhul Mahfudz dipercaya sebagai ketua.
Tak sekadar menjalankan roda organisasi, kepengurusan baru PGI Kabupaten Banjar membawa sejumlah target, mulai dari memperkuat pembinaan atlet, mencetak bibit-bibit baru hingga memperluas minat masyarakat terhadap olahraga golf.
Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Padang Golf Swargaloka, Kota Banjarbaru, Minggu (20/9/2026) siang. Prosesi dipimpin langsung Ketua Pengprov PGI Kalimantan Selatan, H Muhammad Yamin HR.
Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengprov PGI Kalimantan Selatan Nomor 0108/SK Pengprov/PGI Kalsel/5/2026 tertanggal 3 Mei 2026 tentang pengukuhan pengurus PGI Kabupaten Banjar masa bakti 2026–2030.
Dalam sambutannya, Muhammad Yamin meminta kepengurusan baru tidak berhenti pada aktivitas organisasi. Pembinaan atlet harus menjadi salah satu prioritas agar lahir generasi pegolf yang mampu bersaing di berbagai level kejuaraan.
“Harapan kami, PGI Kabupaten Banjar terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada para atlet, sekaligus menciptakan bibit-bibit unggul untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.
Menurut Yamin, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya mempertahankan atlet yang sudah ada, tetapi juga membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru yang nantinya dapat membawa nama Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara PGI provinsi dengan kepengurusan di tingkat kabupaten.
Ketua PGI Kabupaten Banjar Lauhul Mahfudz mengatakan, usai pengukuhan pihaknya akan segera menyusun langkah untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet.
Namun, target tersebut menurutnya harus dibarengi dengan upaya memperluas pengenalan olahraga golf di tengah masyarakat.
Lauhul menilai masih ada anggapan bahwa golf merupakan olahraga yang hanya bisa dimainkan kalangan tertentu karena membutuhkan biaya besar.
“Kami ingin golf semakin dikenal masyarakat luas. Jangan sampai golf selalu diidentikkan dengan olahraga mahal. Kami juga ingin membina atlet-atlet potensial agar bisa berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” kata Lauhul.
Anggota DPRD Kabupaten Banjar itu menyadari pengembangan olahraga, khususnya pembinaan atlet, membutuhkan dukungan berbagai pihak. Selain fasilitas dan program latihan, pendanaan menjadi salah satu faktor penting agar pembinaan dapat berjalan secara konsisten.
Karena itu, PGI Kabupaten Banjar akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.
Dalam kegiatan pengukuhan tersebut, Bupati Banjar diwakili Irwan Jaya dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar.
“Kalau ingin olahraga berkembang, tentu perlu dukungan pemerintah kabupaten. Karena itu, kami akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Lauhul menegaskan, PGI Kabupaten Banjar tidak ingin pembinaan atlet hanya berjalan sesaat. Program pembinaan akan diarahkan secara berkelanjutan agar atlet-atlet potensial memiliki kesempatan berkembang dan berprestasi.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, PGI Kabupaten Banjar kini membawa dua agenda besar: memperkuat prestasi atlet sekaligus membuat olahraga golf semakin dekat dengan masyarakat.
Target akhirnya bukan hanya mencetak pegolf berprestasi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan ke panggung olahraga yang lebih tinggi.
Pewarta: Ferdi Oetaya
Editor: Pranata
