Kabupaten Banjar-Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak terus dilakukan melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi. Kegiatan tersebut digelar di Desa Murung Kenanga, Martapura Kabupaten Banjar, dengan melibatkan pemerintah, legislatif, serta masyarakat setempat.
Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan yang bersinergi dengan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha.
Turut hadir Kepala Desa Murung Kenanga beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, kader PKK, serta masyarakat setempat, khususnya para ibu yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Murung Kenanga menyampaikan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling peduli, menjaga lingkungan, dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan kekerasan sekaligus mendorong keberanian warga untuk melaporkan apabila menemukan kasus di lingkungan sekitar.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi persoalan di lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, faktor penyebab, dampak terhadap korban, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Materi juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membangun pendidikan karakter dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Lingkungan keluarga yang penuh perhatian dan kasih sayang dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah terjadinya kekerasan.
“Peran keluarga sangat penting dalam memberikan rasa aman kepada perempuan dan anak. Dengan komunikasi yang baik dan perhatian dari orang tua, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” lanjutnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta turut menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai persoalan yang ditemui di lingkungan sekitar.
Melalui diskusi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan hukum, layanan pendampingan bagi korban, serta peran bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepedulian dan keberanian untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan.
Sinergi antara pemerintah desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, serta masyarakat diharapkan terus terjaga demi mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak secara optimal.
