Close Menu
    What's Hot

    Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PLN Icon Plus Temui Pengguna Setia ICONNET di Balikpapan

    23/09/2026

    LPKA Martapura dan Polres Banjar Perkuat Sinergi, Fokus Dukung Pembinaan Anak Binaan

    23/09/2026

    PLN Icon Plus Regional Kalimantan Gelar Donor Darah di Balikpapan

    23/09/2026
    Login
    • HOME
    • HUKUM
      • KRIMINAL
    • AGRIKULTUR
      • Pertanian
      • Perikanan
    • OLAHRAGA
    • NUSANTARA
    • DAERAH
      • Kalimantan Selatan
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Kabupaten Banjar
      • Kab Tapin
      • Kotabaru
      • Tanah Bumbu
    Home»OPINI»Alih Fungsi Sawah di Kabupaten Banjar Kian Masif, Ancam Ketahanan Pangan dan Lingkungan

    Alih Fungsi Sawah di Kabupaten Banjar Kian Masif, Ancam Ketahanan Pangan dan Lingkungan

    adminadmin22/05/2026
    Alih Fungsi Sawah di Kabupaten Banjar Kian Masif, Ancam Ketahanan Pangan dan Lingkungan
    Alih Fungsi Sawah di Kabupaten Banjar Kian Masif, Ancam Ketahanan Pangan dan Lingkungan

    ​Oleh: Dr Eng Akbar Rahman S.T, M.T, Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

    ​RepublikBerita, Martapura – Laju alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Banjar terus menjadi sorotan di tengah pesatnya pembangunan kawasan permukiman, pergudangan, hingga pusat komersial di wilayah penyangga perkotaan.

    ​Perubahan bentang lahan yang semakin masif itu dikhawatirkan tidak hanya mengurangi area pertanian produktif, tetapi juga memicu persoalan baru terhadap ketahanan pangan, tata ruang, hingga keseimbangan lingkungan.
    ​
    ​Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Dr Eng Akbar Rahman ST MT, menyebut kawasan Gambut, Kertak Hanyar, dan Sungai Tabuk menjadi daerah yang paling merasakan tekanan pembangunan akibat pesatnya pertumbuhan kawasan Banjarbakula.

    ​Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan saat ini banyak bergerak ke wilayah persawahan produktif yang selama ini menjadi salah satu penyangga kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Banjar.

    ​Akbar mengatakan, keberadaan sawah tidak hanya penting untuk produksi beras, tetapi juga berfungsi sebagai kawasan resapan air alami yang menjaga keseimbangan lingkungan.

    Ketika lahan pertanian berubah menjadi bangunan permanen dan kawasan beton, daya serap tanah terhadap air akan berkurang sehingga risiko banjir dan genangan ikut meningkat.

    ​“Kita sering berbicara soal pembangunan dan pertumbuhan kawasan, tetapi lupa bahwa sawah juga bagian penting dari sistem lingkungan. Ketika ruang resapan terus berkurang, maka dampaknya akan kembali dirasakan masyarakat sendiri,” ujarnya.

    ​Selain tekanan pembangunan, tingginya harga tanah turut menjadi faktor yang mendorong petani memilih menjual lahannya. Situasi tersebut diperparah dengan kondisi sektor pertanian yang dinilai semakin berat secara ekonomi. Harga hasil panen yang fluktuatif, biaya produksi yang terus naik, serta minimnya perlindungan terhadap petani membuat sebagian masyarakat mulai meninggalkan sektor pertanian.

    ​Akbar menilai, kondisi itu menunjukkan perlindungan terhadap lahan pertanian masih belum berjalan efektif dan belum sepenuhnya mampu menahan laju alih fungsi lahan.

    Pemerintah daerah pun didorong segera memperjelas kawasan sawah yang benar-benar dilindungi, terutama lahan produktif yang memiliki peran penting terhadap ketahanan pangan daerah.

    ​Selain itu, pengawasan terhadap izin pembangunan maupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga dinilai perlu diperketat agar perluasan kawasan terbangun tidak terus menggerus area pertanian produktif.
    ​
    ​Menurut Akbar, pembangunan tetap diperlukan, namun harus dilakukan secara terencana dan seimbang agar pertumbuhan kawasan perkotaan tidak mengorbankan fungsi pangan dan lingkungan.

    ​Jika kondisi tersebut terus berlangsung tanpa pengendalian yang jelas, Kabupaten Banjar dikhawatirkan akan kehilangan salah satu fondasi pentingnya, yakni lahan pertanian produktif yang selama ini menopang kebutuhan pangan sekaligus menjaga keseimbangan ekologis daerah.

    ​Akbar menegaskan, pembangunan bukan sesuatu yang harus ditolak. Namun, arah pembangunan perlu direncanakan lebih seimbang agar pertumbuhan kawasan perkotaan tidak terus melebar ke area persawahan.

    ​“Kawasan perkotaan seharusnya tumbuh lebih kompak dan efisien tanpa terus mengorbankan lahan sawah produktif,” katanya.

    ​Ia juga mendorong pemerintah memberikan insentif nyata kepada petani, mulai dari bantuan produksi, perlindungan harga hasil panen hingga penguatan sistem pertanian modern agar lahan pertanian tetap memiliki nilai ekonomi yang layak dipertahankan.

    ​Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, Kabupaten Banjar memang mungkin terlihat berkembang secara fisik. Namun di balik pembangunan itu, daerah berpotensi kehilangan fondasi pangan dan fungsi ekologisnya sendiri.

    ​Sebab ketika lahan sawah sudah berubah menjadi kawasan beton dan permukiman, hampir tidak mungkin kondisi tersebut dapat dikembalikan seperti semula.

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PLN Icon Plus Temui Pengguna Setia ICONNET di Balikpapan

    23/09/2026

    LPKA Martapura dan Polres Banjar Perkuat Sinergi, Fokus Dukung Pembinaan Anak Binaan

    23/09/2026

    PLN Icon Plus Regional Kalimantan Gelar Donor Darah di Balikpapan

    23/09/2026

    Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Ancaman Karhutla

    21/09/2026

    PGI Banjar Punya Nakhoda Baru, Bidik Atlet Berprestasi hingga Internasional

    21/09/2026
    Berita Pilihan

    Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PLN Icon Plus Temui Pengguna Setia ICONNET di Balikpapan

    23/09/2026

    Balikpapan-Momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan PLN Icon Plus SBU Regional Kalimantan untuk lebih dekat dengan…

    LPKA Martapura dan Polres Banjar Perkuat Sinergi, Fokus Dukung Pembinaan Anak Binaan

    23/09/2026

    PLN Icon Plus Regional Kalimantan Gelar Donor Darah di Balikpapan

    23/09/2026

    Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Ancaman Karhutla

    21/09/2026
    Our Picks

    Rayakan Hari Pelanggan Nasional, PLN Icon Plus Temui Pengguna Setia ICONNET di Balikpapan

    23/09/2026

    LPKA Martapura dan Polres Banjar Perkuat Sinergi, Fokus Dukung Pembinaan Anak Binaan

    23/09/2026

    PLN Icon Plus Regional Kalimantan Gelar Donor Darah di Balikpapan

    23/09/2026
    Most Popular

    Gurih Manis Pedasnya Dawet Sambal di Jatimulyo

    06/09/2024

    Penghargaan WTN Ke-5 dari Kemenhub RI Untuk Pemkab Banjar

    09/09/2024

    Perpanjangan Jabatan Kades dan BPD di Kotabaru

    07/09/2024
    © 2026 - REPUBLIKBERITA.CO.ID
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?