RepublikBerita, Banjarbaru – Menghadapi potensi gangguan pasokan air bersih akibat dampak musim kemarau, PT Air Minum (PT AM) Intan Banjar menggulirkan program pelayanan sosial bertajuk “Empaty”. Langkah taktis ini diwujudkan dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada mobil tangki langsung kepada para pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan.
Program kemanusiaan ini menjadi garda terdepan perusahaan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih publik tidak terganggu, khususnya saat terjadi kendala distribusi, bencana kekeringan, maupun situasi darurat lainnya.
Kepala Cabang II PTAM Intan Banjar, Alimuddin, menjelaskan bahwa program Empaty merupakan cerminan komitmen korporasi dalam menjaga mutu pelayanan sekaligus memperkuat aspek kepedulian sosial di wilayah operasional yang mencakup enam kecamatan.
“Memasuki musim kemarau ini tentu kita harus waspada terhadap ketersediaan air dan sistem aliran yang ada,” ujar Alimuddin pada Rabu (10/6/2026).
Menurut Alimuddin, gerakan ini tidak sekadar menjadi stimulus bantuan jangka pendek bagi warga yang krisis air bersih, melainkan potret tanggung jawab perusahaan dalam menyajikan pelayanan yang responsif, cepat, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Di samping menyalurkan bantuan air tangki, PT AM Intan Banjar juga paralel melakukan akselerasi penguatan infrastruktur layanan jangka panjang:
Proyek IPA Sungai Tabuk: Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di kawasan Sungai Tabuk kini telah mencapai progres fisik sekitar 60 hingga 70 persen.
Perluasan Jaringan: Fasilitas infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak keandalan pasokan air minum bagi warga di kawasan Tatah Belayung, Pemangkih Laut, dan Tatah Layap.
Cakupan Wilayah: Jaringan baru ini akan mengover pemenuhan air bersih di wilayah Kecamatan Beruntung Baru dan Kecamatan Tatah Makmur.
Alimuddin menambahkan, program aksi sosial Empaty ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak bulan Juni hingga berakhir pada 7 Juli 2026 mendatang. Melalui konsistensi ini, perusahaan berharap dapat menjaga keseimbangan yang harmonis antara kewajiban penyedia jasa dan pemenuhan hak pelanggan dalam mengakses air bersih yang layak dan humanis.
Pewarta: Ferdi Oetaya
