RepublikBerita, Banjar – Menunggu kejelasan kasus dugaan korupsi penuh harapan, tapi ujung-ujungnya cuma diberi janji manis dan alasan klasik.
Hal inilah para wartawan alami di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Rabu (22/7/2026). Niat hati ingin menagih janji Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar soal perkembangan dugaan korupsi RS Tipe D Gambut, para awak media justru harus pulang dengan gigit jari.
Awalnya Kejari Banjar telah menggeledah kantor Dinas Kesehatan karena dugaan korupsi rumah sakit tipe D di Kecamatan Gambut. Dalam aksi tersebut, tim penyidik berhasil menyita satu alat bukti elektronik dan 48 dokumen perencanaan proyek tersebut.
Atas temuan itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Banjar, Harry Fauzan, sempat memberikan kabar mengejutkan. Ia mengisyaratkan penetapan tersangka sudah di depan mata.
”Nanti kami akan panggil mereka (20 saksi), penetapan tersangka besok, tunggu aja besok,” ujar Harry bergegas pergi usai menggeledah, Senin lalu.
Pernyataan itu tentu menjadi angin segar. Publik membayangkan hari Selasa akan jadi hari penentuan bagi para calon tersangka kasus proyek fasilitas kesehatan masyarakat tersebut.
Hari yang dinanti pun tiba. Selasa siang, para awak media sudah bersiap di kantor Kejari Banjar. Namun, alih-alih disambut konferensi pers dengan deretan tersangka rompi tahanan, para jurnalis justru diminta melatih kesabaran.
Selama dua jam penuh, para wartawan setia menunggu di halaman kantor. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Banjar, Robert Iwan Kandun, tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Para awak media mencoba menghubungi via telepon, lalu Robert menerima panggilan salah satu jurnalis, suara dari balik layar memberi penjelasan yang jauh berbeda dari nada optimis sehari sebelumnya.
”Kalau menyangkut substansi perkara, itu belum bisa kami jelaskan. Saat ini masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi. Masih terlalu dini untuk menyampaikan lebih jauh,” kata Robert melalui sambungan telepon.
Robert menambahkan, pernyataan pihak kejaksaan masih sama seperti sebelumnya dan belum ada perubahan signifikan. Janji manis penetapan tersangka yang diucapkan kemarin mendadak menguap begitu saja.
Tak berhenti di situ, drama kucing-kucingan ini berlanjut. Robert sempat berjanji akan menemui para wartawan secara langsung di sela-sela pemantauan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di TPS Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura.
Namun, ketika wartawan menghampiri lokasi yang dijanjikan, sosok Kasi Intel kembali tak terlihat. Saat dikonfirmasi ulang, alasan baru pun muncul.
”Saya lagi Zoom, mas,” kelit Robert singkat.

Hingga berita ini diturunkan, kejelasan mengenai penetapan 20 saksi maupun calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi RS Tipe D Gambut masih mengambang. Masyarakat tampaknya harus ekstra sabar menunggu giliran kapan “Zoom Meeting” selesai.
Belum lagi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah sampai sekarang tidak terlihat batang hidungnya. Sampai sekarang penanganan kasus korupsi ini belum menemukan titik terang.
