RepublikBerita, Banjarbaru – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Jaringan dan Pembudayaan, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila bersama masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sekretaris Fraksi Gerindra Kabupaten Banjar, sekaligus Anggota DPRD Banjar, Rahmat Saleh mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung pada 22 hingga 27 Agustus 2026. Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, melibatkan sekitar 300 peserta.
“Bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong agar nilai tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya Kamis, (27/8/2026).
Dirinya membeberkan bahwa dalam materi yang disampaikan, peserta diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah perkembangan zaman. Di antaranya menurunnya kepedulian sosial, berkembangnya sikap individualistis, penyebaran hoaks dan provokasi, intoleransi, melemahnya budaya gotong royong, serta semakin terbatasnya ruang dialog dan musyawarah.
“Kondisi tersebut dinilai membutuhkan gerakan bersama yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila menjadi perilaku nyata di tengah masyarakat,” bebernya.
Adapun katanya konsep kebajikan Pancasila dalam kegiatan tersebut diarahkan pada sejumlah sikap, seperti kepedulian terhadap sesama, gotong royong, menghormati perbedaan, mengedepankan musyawarah, berlaku adil, saling menghormati, serta bertanggung jawab.
“Pancasila memberikan nilai, sedangkan kebajikan menghadirkan tindakan. Karena itu, relawan diharapkan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang aktif menumbuhkan praktik kebajikan tersebut di lingkungan masing-masing,” sebutnya.
Implementasinya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan di dunia nyata, seperti kegiatan sosial, aksi kemanusiaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tidak hanya di kehidupan sehari-hari, penerapan nilai Pancasila juga didorong dalam ruang digital. Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak dengan menyebarkan informasi yang benar, membangun persatuan, menolak hoaks dan ujaran kebencian, serta menghasilkan konten yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan tersebut, relawan diharapkan mampu menjadi penggerak yang dapat memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” lanjutnya
Penguatan nilai-nilai kebajikan Pancasila juga diharapkan dapat menjadi salah satu cara menjaga persatuan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan pandangan.
“Dengan demikian, semangat Pancasila tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir dalam perilaku masyarakat melalui kepedulian, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, musyawarah dan tanggung jawab,” bebernya.
Dirinya mengharapkan agar kegiatan seperti ini harus tetap berlanjut dan tentu ini bagian dari upaya pemerintah untuk selalu hadir ditengah tengah masyarakat, karena smpai hari ini masih bnyak yg belum paham dari nilai2 yg terkandung didalam Pancasila itu sendiri.
“Karena seyogya nya pengamalan nilai2 pancasila ini sama dengan mengamalkan syariat Islam itu sendiri dgn konsep maqasidu syariah nya,” tutupnya.
Pewarta: Ferdi Oetaya
Editor: Pranata
