Close Menu
    What's Hot

    Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Izin Kapal di Kotabaru

    13/06/2026

    Diskominfo Kalsel Matangkan PKS dengan Politeknik Siber

    12/06/2026

    Pemkab Banjar Kawal Sukses Sensus Ekonomi 2026

    12/06/2026
    Login
    • HOME
    • HUKUM
      • KRIMINAL
    • AGRIKULTUR
      • Pertanian
      • Perikanan
    • OLAHRAGA
    • NUSANTARA
    • DAERAH
      • Kalimantan Selatan
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Kabupaten Banjar
      • Kab Tapin
      • Kotabaru
      • Tanah Bumbu
    Home»AGRIKULTUR»Pertanian»Poktan Muber Laura Kelola Pupuk Kompos dari Limbah Ternak Kambing

    Poktan Muber Laura Kelola Pupuk Kompos dari Limbah Ternak Kambing

    adminadmin24/11/2024
    Kambing di Peternakan Poktan Muber Laura. foto:MEdCenBJB

    REPUBLIKBERITA.CO.ID, BANJARBARU-Kepala UPT BPP Liang Anggang pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru, Nora Syahrini, bersama para penyuluh, melakukan monitoring ke Kelompok Tani (Poktan) Maju Bersama (Muber), di Kelurahan Landasan Ulin Utara (Laura), Kecamatan Liang Anggang, Kamis (21/11/2024).

    Ketua kelompok tani Muber, Wijiono, menjelaskan Kelompok Tani Muber mendapatkan bantuan Gudang, serta 12 ekor kambing dari Pemko Banjarbaru, yang kemudian limbah peternakan kambing, ia manfaatkan bersama para anggota poktan untuk menjadi pupuk kompos.

    “Alhamdulillah dapat bantuan untuk gudang pakan dan limbah ya kompos itu, kami mau mencoba kolaborasi dari peternakan untuk menghasilkan limbah untuk pertanian gitu,” katanya.

    Wijiyono bersama anggota poktan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemko Banjarbaru yang telah memberikan bantuan.

    “Kemarin dapat dari bantuan dari Dinas Pemko itu sekitar 12 ekor, sekarang jadi 36 ekor, Alhamdulillah kita mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih, sekarang kambingnya sudah berkembang biak, mau nambah lagi, sudah bunting semuanya gitu,” tambahnya.

    Diinformasikan, kotoran kambing tidak dapat diberikan langsung kepada tanaman karena mengandung ammonia yang bersifat panas yang mengakibatkan tanaman layu dan mati. Oleh karena itu, para petani harus melakukan pengolahan pupuk terlebih dahulu dengan cara fermentasi menggunakan alat dan bahan. (MEdCenBJB)

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Izin Kapal di Kotabaru

    13/06/2026

    Diskominfo Kalsel Matangkan PKS dengan Politeknik Siber

    12/06/2026

    Pemkab Banjar Kawal Sukses Sensus Ekonomi 2026

    12/06/2026

    Disdikbud Kalsel Optimalkan Tracer Study Lulusan SMK 2026

    11/06/2026

    Dispersip Banjar Umumkan Pemenang Lomba Video Literasi 2026

    11/06/2026
    Berita Pilihan

    Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Izin Kapal di Kotabaru

    13/06/2026

    RepublikBerita, Kalsel – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan…

    Diskominfo Kalsel Matangkan PKS dengan Politeknik Siber

    12/06/2026

    Pemkab Banjar Kawal Sukses Sensus Ekonomi 2026

    12/06/2026

    Disdikbud Kalsel Optimalkan Tracer Study Lulusan SMK 2026

    11/06/2026
    Our Picks

    Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Izin Kapal di Kotabaru

    13/06/2026

    Diskominfo Kalsel Matangkan PKS dengan Politeknik Siber

    12/06/2026

    Pemkab Banjar Kawal Sukses Sensus Ekonomi 2026

    12/06/2026
    Most Popular

    Gurih Manis Pedasnya Dawet Sambal di Jatimulyo

    06/09/2024

    Penghargaan WTN Ke-5 dari Kemenhub RI Untuk Pemkab Banjar

    09/09/2024

    Perpanjangan Jabatan Kades dan BPD di Kotabaru

    07/09/2024
    © 2026 - REPUBLIKBERITA.CO.ID
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?