RepublikBerita, Banjar – Bagi sebagian orang, suara sirine mobil pemadam kebakaran mungkin terdengar menegangkan. Namun bagi warga yang sedang dirundung musibah atau kepanikan, raungan sirine itu adalah simbol datangnya harapan. Dedikasi tulus di garis depan kemanusiaan inilah yang terus dirawat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, hingga akhirnya sukses memborong prestasi nasional sekaligus mencetak rekor ratusan aksi penyelamatan nyata.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M. Kasyaf R, membeberkan rentetan rapor hijau instansinya sepanjang Semester I Tahun 2026.
Pasukan srikandi dan jagoan pemadam Banjar tidak cuma jago kandang. Mereka sukses menyabet gelar Juara 2 Nasional pada ajang National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026 di Palembang, Sumatera Selatan, pada 27–29 April 2026. Bertarung melawan puluhan tim tangguh se-Indonesia, personel Banjar membuktikan ketangkasan kelas atas pada kategori Survival.
“Capaian tersebut menjadi bukti pembinaan sumber daya manusia yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar mampu melahirkan personel yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kasyaf, bangga atas ketangkasan anak buahnya.
Selesai urusan adu ketangkasan di arena kompetisi, dedikasi DPKP Banjar pada misi kemanusiaan riil juga mendapat acungan jumpol dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Penghargaan resmi mendarat ke kantor DPKP atas keringat mereka dalam Operasi SAR Gabungan pencarian helikopter PK-ROH yang sempat hilang kontak di kawasan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, pada September 2025 lalu.
Misi tersebut tercatat sebagai salah satu operasi paling menguras fisik di Kalimantan Selatan akibat medan hutan belantara yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu. Bersama TNI, Polri, dan relawan, personel DPKP Banjar bertahan di hutan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.
Masuk ke urusan kerjaan harian, DPKP Banjar rupanya sangat sibuk. Berdasarkan data rekapitulasi dari Januari hingga Mei 2026, pasukan ini sudah melahap total 613 operasi penyelamatan nonkebakaran dan menjinakkan 14 kasus amukan si jago merah. Angka ini dipastikan masih merangkak naik karena data bulan Juni masih dalam proses hitung.
Menariknya, peran damkar zaman sekarang memang sudah bergeser jauh. Warga Martapura tidak hanya menelepon mereka saat ada rumah terbakar. Petugas DPKP kini menjelma menjadi pahlawan segala urusan: mulai dari evakuasi ular kobra di plafon rumah, melepas cincin yang tersangkut di jari, menyelamatkan kucing masuk sumur, hingga penanganan kecelakaan lalu lintas.
Kasyaf menegaskan komitmen tinggi seluruh pasukannya yang siap siaga 24 jam penuh demi kenyamanan warga.
“Kami bekerja bukan semata untuk meraih prestasi, tetapi untuk memastikan setiap warga Kabupaten Banjar mendapatkan pelayanan terbaik saat menghadapi keadaan darurat. Prestasi adalah hasil dari dedikasi, sedangkan keselamatan masyarakat adalah tujuan utama kami,” pungkasnya.
Melihat performa moncer ini, rasanya tidak berlebihan jika warga Kabupaten Banjar bisa tidur lebih nyenyak, tahu ada pasukan berseragam biru yang siap meluncur kapan saja tombol darurat ditekan.
Pewarta: Ferdi Oetaya
Editor: Ris
