BANJAR — Kesenian tradisional Sinoman Hadrah masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Ati’im. Salah satunya melalui grup Sinoman Hadrah Sinar Harapan yang terus berupaya mempertahankan kesenian tersebut di tengah masyarakat.
Perjalanan grup Sinar Harapan bukan tanpa tantangan. Kelompok kesenian ini beberapa kali mengalami kevakuman dan kembali terbentuk sebelum akhirnya mulai dibangun dan diaktifkan kembali secara lebih serius sejak 2018.
Pambakal Desa Ati’im, Muhammad Hasan, mengatakan keberadaan Sinoman Hadrah Sinar Harapan menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga kesenian tradisional yang telah berkembang di lingkungan desa.
“Grup Sinar Harapan ini sudah beberapa kali vakum dan kemudian terbentuk kembali. Mulai tahun 2018 kami kembali membangun dan mengaktifkannya,” ujar Muhammad Hasan.
Menurutnya, perjalanan yang tidak selalu berjalan mulus membuat keberlangsungan grup tersebut membutuhkan semangat dari para anggota dan dukungan masyarakat. Meski sempat berhenti, kesenian Sinoman Hadrah kembali mendapat ruang untuk berkembang di Desa Ati’im.
Muhammad Hasan mengatakan keberadaan grup tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap seni hadrah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesenian tradisional agar tetap dikenal.
“Walaupun sebelumnya beberapa kali vakum, kita berusaha membangun kembali grup ini agar tetap ada dan bisa terus berjalan,” katanya.
Sejak kembali dibangun pada 2018, Sinoman Hadrah Sinar Harapan terus menjadi salah satu wadah masyarakat Desa Ati’im dalam menjalankan kegiatan kesenian tradisional.
Keberadaan kelompok tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan seni dan budaya yang ada di desa. Kegiatan Sinoman Hadrah dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus mempertahankan tradisi yang telah ada.
Muhammad Hasan berharap Sinoman Hadrah Sinar Harapan dapat terus bertahan dan berkembang sehingga keberadaannya tetap memberikan warna bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Ati’im.
“Kita berharap Sinar Harapan bisa terus berjalan dan generasi berikutnya juga ikut mengenal serta meneruskan kesenian Sinoman Hadrah,” pungkasnya.
