RepublikBerita, Banjar – Sebuah pengumuman bernada religius sekaligus bikin elus dada mendadak terpajang di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Mulai 22 Mei hingga 11 Juni 2026, Pelayanan Poli Bedah Umum di rumah sakit tersebut resmi ditutup untuk sementara waktu. Alasannya mulia, pak dokter spesialis bedah yang bertugas sedang terbang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Keberangkatan sang dokter ke Mekkah secara tidak langsung membongkar rapor rapuh fasilitas kesehatan di daerah kita. Bayangkan, rumah sakit sekelas RSUD Ratu Zalecha ternyata cuma mengandalkan satu orang dokter spesialis bedah umum. Efek sampingnya nyata, begitu si dokter izin cuti ibadah, pelayanan poliklinik rawat jalan langsung lumpuh total.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ratu Zalecha, drg. Rahimayanti, mengonfirmasi nasib apes yang menimpa poli bedah ini.
“Kebetulan dokter spesialis bedah umum di RSUD Ratu Zalecha yang saat ini satu-satunya kami miliki sedang menunaikan ibadah haji,” aku Rahimayanti, blak-blakan soal minimnya stok dokter spesialis mereka.
Menurut Rahimayanti, rombongan dokter yang berangkat haji tahun ini sebenarnya lumayan banyak. Beberapa dokter spesialis di poli lain juga ikut beribadah ke Arab Saudi. Beruntung, poli-poli lain punya nasib lebih mapan karena memiliki stok dokter lebih dari satu. Mereka bisa saling back-up jadwal sif biar pelayanan ke masyarakat tidak bolong.
Nasib malang justru menimpa Poli Bedah Umum. Absennya dokter cadangan membuat manajemen tidak punya pilihan selain memasang pengumuman libur. Berdasarkan jadwal resmi, poli ini baru akan melayani pasien kembali pada 12 Juni 2026.
Bagi Anda pasien rawat jalan yang sudah memegang surat rujukan bedah, silakan nego ulang dengan penyakit Anda agar bisa berkompromi sampai pertengahan Juni nanti.
Meski pintu poliklinik rawat jalan digembok rapat, Rahimayanti buru-buru menenangkan warga agar tidak panik massal. Ia menggaransi pelayanan bedah untuk kategori gawat darurat dan pasien rawat inap masih berjalan normal di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Untuk menambal kekosongan di pos darurat, manajemen rumah sakit terpaksa menugaskan dokter spesialis bedah sub vaskuler, dr. Wahyu Wardhana, untuk turun gunung memegang kasus bedah umum.
“Basic beliau tetap bedah umum, kemudian mengambil subspesialis vaskuler, jadi kompetensi bedah umumnya juga ada,” terang Rahimayanti, meyakinkan publik kemampuan dokter pengganti ini tetap mumpuni.
Pihak rumah sakit menegaskan pintu IGD akan tetap siaga penuh 24 jam tanpa ada cerita ikut-ikutan libur haji, termasuk saat momen Iduladha.
