RepublikBerita, Banjar – Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura seharusnya menjadi ruang bermain ramah anak, mendadak menyisakan cerita kurang menyenangkan bagi para orang tua. Pemerintah Kabupaten Banjar langsung bergerak cepat merespons keluhan warga terkait munculnya aksi pungutan liar (Pungli) di area wahana permainan anak tersebut.
Laporan masyarakat mengungkap adanya praktik pemungutan uang berkedok jasa menjaga alas kaki. Sejumlah oknum memanfaatkan celah dengan menaruh kotak uang dan meminta pembayaran dari para orang tua yang mengantar anaknya bermain.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, membenarkan temuan aksi penarikan uang yang meresahkan para pengunjung taman kota tersebut.
“Hasil pemantauan awal menunjukkan adanya masyarakat yang menyediakan kotak untuk menerima uang dengan alasan membantu menjaga alas kaki pengunjung yang memasuki area bermain anak,” ujar Nyoman, membeberkan modus operandi di lapangan.
Menurut Nyoman, aksi pemungutan uang ini umumnya marak berlangsung dari sore hingga malam hari saat taman sedang ramai kunjungan keluarga. Guna menghentikan praktik berkedok jasa penjagaan ini, Dishub Banjar langsung menyusun langkah penataan darurat.
Pihaknya mengusulkan penyediaan rak khusus tempat penyimpanan alas kaki cuma-cuma, atau sekalian mengkaji aturan agar anak-anak tetap boleh memakai alas kaki saat bermain. Petugas pengawas juga bakal disiagakan di lokasi demi menyapu bersih potensi gangguan ketertiban.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin, menyatakan pasukannya sedang mendalami identitas oknum yang bermain di lokasi.
“Kita masih melakukan pendalaman terkait informasi itu,” tegas Yuana, sembari mengingatkan para pedagang kaki lima agar tetap menata lapak dengan rapi demi menjaga estetika taman.
Penataan wahana anak di Taman CBS ini menjadi perhatian serius Pemkab Banjar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Sutiyono, mengingatkan pentingnya menjaga fungsi asli fasilitas umum sebagai tempat rekreasi yang murah dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita semua harus peduli, karena ini menjadi kunci agar taman tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak maupun keluarga,” tutur Sutiyono.
Pemkab Banjar memastikan akan terus mengevaluasi tata kelola fasilitas publik berdasarkan aduan warga.
Masyarakat yang menemukan kejanggalan atau aksi pungutan liar serupa diimbau tidak ragu melapor langsung ke dinas terkait.
