RepublikBerita, Batola – Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sekolah Lapang Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Kegiatan ini dipusatkan di lahan BP Jaya Bersama, Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, pada Kamis (4/6/2026).
Pelatihan praktis ini berfokus pada penggunaan drone pertanian dan diikuti oleh brigade pangan, penyuluh pertanian, serta petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. Tujuannya adalah untuk mendongkrak kapasitas SDM dalam mengadopsi teknologi modern di sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Hotni Elfrida Silalahi, menyatakan bahwa pemanfaatan alsintan menjadi solusi krusial dalam efisiensi biaya, mempercepat kerja lapangan, serta meminimalkan kehilangan hasil panen. Namun, ia menggarisbawahi bahwa saat ini masih banyak alsintan yang belum optimal akibat lemahnya tata kelola dan perawatan.
Oleh karena itu, sekolah lapang ini membekali peserta dengan dua materi utama:
Manajemen Usaha Alsintan: Meliputi pengelolaan operasional, penjadwalan, pencatatan biaya, hingga pemeliharaan berkala agar kelompok tani dapat mandiri dan memiliki nilai ekonomi.
Pemanfaatan Drone Pertanian: Diperkenalkan untuk membantu proses pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi serangan hama, hingga efisiensi penyemprotan.
Kepala BPSPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Wahdah, menjelaskan bahwa pelatihan penggunaan drone Aerotron ini dilaksanakan langsung berdasarkan kebutuhan dan permintaan para petani di wilayah tersebut.
“Para petani menginginkan pelatihan penggunaan drone Aerotron yang dapat dimanfaatkan untuk pemetaan lahan, aplikasi pupuk cair secara presisi, hingga penebaran benih tanaman. Kami berharap alat yang nilainya cukup tinggi ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik,” ujar Wahdah.
Menariknya, agenda di Rantau Badauh ini merupakan sekolah lapang pertama di Kalimantan Selatan yang menghadirkan materi khusus penggunaan drone pertanian. BPSPTPH bahkan mendatangkan langsung narasumber ahli dari perusahaan penyedia drone agar materi pengoperasian dan perawatan alat tersampaikan secara komprehensif.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dewi Setya Amalia, menambahkan bahwa agenda ini merupakan sekolah lapang alsintan ketiga yang sukses dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Dua kegiatan sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut dengan fokus materi pada alat combine harvester dan rice transplanter.
Sumber: MC Kalsel
