RepublikBerita, Banjarbaru — Deru mesin pesawat Garuda Indonesia GA8401 memecah keheningan dini hari di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kamis, (4/6/2026). Tepat pukul 03.37 WITA, burung besi berjenis Airbus A330-300 itu menyentuh landasan dengan mulus.
Dari balik jendela pesawat, tampak lambaian tangan jemaah yang tak kuasa menahan haru. Di luar, sepasang armada pemadam kebakaran menyiramkan air ke badan pesawat, sebuah prosesi water salute yang megah, seolah ikut membasuh dahaga rindu para jemaah setelah berminggu-minggu bersimpuh di Tanah Suci.
Sebanyak 359 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Banjarmasin akhirnya resmi kembali ke Bumi Banua. Mereka pulang membawa senyum, gurat lelah yang kalah oleh rasa bahagia, dan sejuta kisah spiritual dari Mekkah dan Madinah.
Bagi manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), menyambut kepulangan para jemaah bukan sekadar urusan operasional bandara. Ini adalah khidmat melayani para “Tamu Allah” (Dhuyufurrahman).
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya saat menyaksikan para jemaah melangkah turun.
“Kami bersyukur dan turut merasakan kebanggaan serta keharuan dari para jemaah haji yang mulai hari ini tiba kembali di tanah air. Secara umum, keseluruhan proses berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Millyas dengan nada khidmat.
Dalam memastikan fisik jemaah yang kelelahan tetap terjaga, pihak bandara langsung mengaktifkan fasilitas garbarata. Begitu keluar dari pintu pesawat, jemaah langsung diarahkan menuju armada bus yang siap mengantar mereka ke Asrama Haji Banjarmasin.
Bagi jemaah lansia atau yang membutuhkan perhatian khusus, petugas dengan sigap menyediakan lift, kursi roda, hingga ambulans yang siaga di sisi landasan.
Kelancaran proses debarkasi ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang intim. InJourney Airports bergerak serempak bersama Kementerian Agama, Kantor Imigrasi, Bea & Cukai, maskapai, ground handling, hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK).
“Kami memahami bahwa ibadah haji tidak hanya perjalanan spiritual namun juga perjalanan yang menguras kondisi fisik dengan rute yang panjang,” tutur Millyas.
Ia menambahkan bahwa proses pemulangan jemaah haji dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ini dijadwalkan berlangsung maraton mulai 4 Juni hingga 1 Juli 2026.
Saat fajar mulai menyingsing di Banjarbaru, bus-bus yang membawa jemaah perlahan meninggalkan bandara. Doa-doa terbaik mengiringi kepergian mereka menuju pelukan keluarga yang telah lama menanti.
“Kami mengucapkan selamat kembali ke tanah air, dan semoga seluruh jemaah haji menjadi haji yang mabrur,” pungkas Millyas, melepas kloter pertama dengan harapan berkah haji meresap ke seluruh penjuru Banua.
