RepublikBerita, Banjar — Deru mesin bus yang membawa rombongan jemaah haji Kloter BDJ 02 perlahan memasuki halaman Embarkasi Haji Banjarmasin di Landasan Ulin, Banjarbaru, Jumat, 5 Juni 2026 sore. Waktu menunjukkan pukul 15.20 WITA ketika pintu-pintu bus terbuka, mempertemukan kembali para kekasih Allah dengan tanah kelahiran mereka setelah perjalanan spiritual yang panjang di Baitullah.
Langkah kaki yang turun satu per satu menyiratkan kelelahan fisik, namun binar di mata mereka tak mampu menyembunyikan rasa haru yang membuncah. Sebanyak 358 jemaah haji—terdiri dari 352 jemaah dan enam petugas kloter—kembali ke Bumi Serambi Mekkah membawa predikat suci dan sejuta kisah tak terlupakan dari tanah suci.
Setelah seluruh proses administrasi dan kedatangan rampung, para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Mahligai Sultan Adam, Martapura. Di sana, selepas azan Maghrib berkumandang, pelukan hangat dari sanak keluarga yang telah lama memendam rindu sudah menanti.
Kedatangan para jemaah disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, H. Erfan Maulana, yang hadir mewakili Bupati Banjar, bersama unsur Forkopimda. Rasa syukur mendalam membungkus prosesi penyambutan sore itu.
Namun, ibadah haji adalah potret nyata dari sebuah perjuangan fisik dan keteguhan iman. Dari total jemaah yang berangkat, jumlah yang kembali pada sore itu berkurang dua orang.
Erfan Maulana menjelaskan bahwa satu jemaah wanita bernama Siti Rusdiati Muhammad Arsyad terpaksa harus menunda kepulangannya. Ia saat ini masih berada di Tanah Suci untuk menjalani masa pemulihan pascaoperasi bypass jantung. Demi keselamatan dan kesehatan, sang suami dengan setia mendampingi di sana.
“Keberangkatan beliau beserta suami dijadwalkan ulang pada 10 Juni 2026. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Banjar agar proses pemulihan berjalan lancar dan beliau dapat segera menyusul dalam kondisi sehat,” tutur Erfan dengan nada bergetar penuh harap.
Secara umum, mayoritas jemaah tiba dalam kondisi sehat walafiat. Namun, rute penerbangan udara yang panjang sempat menguras kondisi fisik jemaah lansia. Amir Salih Bakri (70), jemaah asal Kecamatan Sambung Makmur, mengalami sesak napas akibat kelelahan begitu pesawat mendarat di Bandara Syamsudin Noor.
Petugas medis yang bersiaga bergerak cepat. Tanpa menunda waktu, kakek berusia kepala tujuh tersebut langsung dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Langkah rujukan cepat ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi jemaah lanjut usia. Saat ini kondisi beliau terus dipantau secara intensif oleh tim medis,” ungkap Erfan, mengapresiasi kesigapan tim kesehatan dan pihak bandara.
Di akhir sambutannya, Erfan mengajak seluruh hadirin dan masyarakat luas untuk menyelipkan nama jemaah yang sedang sakit dalam doa-doa mereka.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan jemaah yang sedang menjalani perawatan maupun yang masih dalam masa pemulihan agar segera diberikan kesembuhan dan kesehatan oleh Allah SWT,” pungkasnya penuh takzim.
Sore itu, di bawah langit Banjarbaru, kepulangan Kloter 02 menuju Kabupaten Banjar tidak hanya menyisakan cerita tentang kesuksesan sebuah prosesi mudik spiritual, tetapi juga tentang solidaritas doa yang saling menguatkan di antara sesama hamba-Nya. Semoga menjadi haji yang mabrur.
