RepublikBerita, Banjarbaru – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi Pemerintah Kota Banjarbaru. Pengaduan warga terkait potensi kesulitan mendapatkan air bersih di Kelurahan Cempaka langsung direspons dengan langkah konkret berupa penempatan tandon air berkapasitas 2.000 liter.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menginstruksikan perangkat daerah bergerak cepat melakukan pengecekan kondisi warga sekaligus menyiapkan penanganan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
“Kami menginstruksikan perangkat daerah segera melakukan pengecekan lapangan dan menyiapkan langkah penanganan memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi,” ujar Lisa di Banjarbaru, Jumat.
Menurutnya, setiap pengaduan masyarakat harus segera ditindaklanjuti, terlebih jika menyangkut kebutuhan dasar. Pemerintah, kata Lisa, tidak boleh menunggu persoalan berkembang menjadi krisis sebelum mengambil tindakan.
“Setiap laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi seluruh perangkat daerah,” tegasnya.
Lisa menekankan, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
“Paling penting, kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui BPBD maupun PT Air Minum Intan Banjar apabila warga membutuhkan air bersih,” ucapnya.
Tandon 2.000 Liter Jadi Penyangga
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti Camat Cempaka Hendrawan Maulana bersama Lurah Cempaka Suprianto. Keduanya turun melakukan pengecekan lapangan pada Kamis (16/9), didampingi Ketua RW 10 dan Ketua RT 36.
Dari hasil pengecekan, warga setempat masih memanfaatkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi mengingat musim kemarau masih berlangsung.
“Warga masih memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Meski belum kekeringan total, tetapi pemerintah kota mengambil langkah antisipatif agar tidak terjadi krisis air bersih selama kemarau,” ungkap Hendrawan.
Hasil koordinasi pemerintah bersama pengurus lingkungan kemudian melahirkan solusi sementara. Sebuah tandon air berkapasitas 2.000 liter ditempatkan di dekat rumah Ketua RT 36.
Lokasi tersebut dipilih sebagai titik distribusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan air bersih apabila kebutuhan meningkat.
Pegawai BPBD Kota Banjarbaru memasang tandon tersebut dan memastikan pasokan dapat diisi kembali secara berkala sesuai kebutuhan warga.
Tak Sekadar Tandon, Jaringan Air Disiapkan
Penanganan persoalan air bersih di Cempaka tidak berhenti pada penyediaan tandon.
Pemkot Banjarbaru juga berkoordinasi dengan PT Air Minum Intan Banjar untuk mengupayakan pembangunan jaringan induk air bersih di kawasan tersebut.
Bahkan, pemerintah menyiapkan rencana pemasangan sambungan rumah gratis bagi 10 kepala keluarga.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang sehingga warga tidak terus bergantung pada pasokan air melalui tandon, terutama ketika kemarau berkepanjangan.
Dengan demikian, respons terhadap pengaduan warga tidak hanya bersifat darurat, tetapi diarahkan menuju penyediaan akses air bersih yang lebih permanen.
Pemkot Banjarbaru memastikan koordinasi lintas perangkat daerah bersama BPBD dan PT Air Minum Intan Banjar terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
