RepublikBerita, Banjar – Warga Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar kini harus mengurut dada. Jalan paving block yang baru dua sampai tiga bulan selesai rehabilitasi, mendadak ambles parah hingga separuh badan jalan tergerus masuk ke aliran sungai. Akses utama warga ini terpaksa ditutup demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
Rasa cemas menggelayuti hari-hari warga desa. Selain memotong akses transportasi harian, abrasi tanah terus bergerak mendekati pemukiman yang mengancam satu unit tiang listrik ber-trafo besar. Bayang-bayang longsor susulan bisa memadamkan listrik dan merobohkan rumah warga menjadi ancaman nyata setiap malam.
Salah seorang warga setempat, Faishal, menyebut pergerakan tanah mulai terlihat parah sejak Jumat pekan lalu.
“Jalan ini padahal baru selesai direhabilitasi sekitar dua hingga tiga bulan lalu,” ungkap Faishal dengan nada kecewa, menatap sisa-sisa jalan yang ambles ke tepi sungai.
Merespons jeritan warga, Pemerintah Kabupaten Banjar gandeng tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Tim akademisi turun langsung ke lokasi pada Senin (20/7/2026) untuk menyusuri retakan tanah dan ambil sampel laboratorium demi mengurai teka-teki penyebab ambles jalan proyek tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Milky Rosadie mengeklaim, kondisi tanah diduga kuat alami penurunan kepadatan drastis akibat paparan kekeringan ekstrem.
“Dari hasil pengamatan awal, kekeringan ekstrem diduga menjadi penyebab berkurangnya kepadatan tanah. Saat sampel tanah diambil, kondisinya sangat rapuh hingga langsung hancur,” ujar Milky.
Sambil menunggu hasil kajian ilmiah lengkap dari ULM untuk menentukan langkah perbaikan jalan, Pemkab Banjar mulai berpacu dengan waktu mengamankan infrastruktur di sekitarnya. Perhatian utama kini tertuju pada tiang listrik berdaya tinggi yang berada persis di bibir area tanah yang tergerus.
Pihak PLN Martapura bergerak menanggulangi potensi bahaya tersebut dengan mengusulkan relokasi jaringan listrik ke PLN UP3 Banjarmasin. Pemindahan trafo ini mendesak dilakukan sebagai langkah mitigasi darurat agar pasokan arus listrik warga tidak padam seketika jika tanah kembali bergerak turun.
Rangkaian peristiwa ini menjadi ujian berat bagi Pemkab Banjar. Warga Pingaran Ilir tentu tidak sekadar butuh janji kajian teknis di atas kertas, melainkan penanganan nyata agar ruang hidup mereka kembali aman dan jalan yang ambles bisa dilintasi seperti sedia kala.
