GARIS HANYAR — Pemerintah Desa Garis Hanyar menggelar Rembuk Stunting di Balai Desa Garis Hanyar, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya desa dalam memperkuat pencegahan dan penurunan angka stunting.
Rembuk Stunting menjadi ruang bagi pemerintah desa untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi persoalan stunting. Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara bersama dengan melibatkan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Pambakal Desa Garis Hanyar, H. Darkasi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong kepedulian terhadap pencegahan stunting di tingkat desa.
Menurutnya, upaya menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan perhatian dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, pembahasan melalui Rembuk Stunting diharapkan dapat memperkuat langkah desa dalam melakukan pencegahan.
“Rembuk Stunting ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Desa Garis Hanyar. Tentunya hal ini membutuhkan perhatian dan kerja sama bersama,” ujar H. Darkasi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Garis Hanyar berupaya membangun kesadaran mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Penanganan persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
H. Darkasi berharap hasil pembahasan dalam Rembuk Stunting dapat menjadi dasar untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di Desa Garis Hanyar.
“Kami berharap upaya pencegahan ini bisa terus dilakukan dan mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Dengan kepedulian bersama, kita berupaya agar angka stunting dapat terus ditekan,” katanya.
Pemerintah Desa Garis Hanyar juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya pencegahan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan rembuk, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
