RepublikBerita, Banjar – Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Bukan hanya untuk mengejar kemampuan akademik, tetapi juga sebagai bekal agar mereka memiliki kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat, Selasa (1/9/2026).
Hal tersebut terus dilakukan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura melalui program sekolah paket bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Sekumpul.
Anak Binaan mengikuti pembelajaran Matematika dengan materi bilangan pecahan di ruang kelas LPKA Kelas I Martapura.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan bentuk pecahan, memahami nilai pecahan hingga menyelesaikan soal-soal sederhana. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan guru, tetapi juga melibatkan Anak Binaan secara langsung dalam mengerjakan soal.
Guru PKBM Insan Sekumpul, Ita, menggunakan contoh-contoh sederhana agar materi yang diberikan lebih mudah dipahami. Anak Binaan kemudian diberikan kesempatan mencoba menyelesaikan soal sekaligus memahami konsep dasar pecahan.
Cara tersebut membuat proses pembelajaran tidak sekadar berlangsung satu arah. Anak Binaan dituntut untuk berpikir, teliti dalam menghitung, serta berani mencoba ketika menghadapi soal yang diberikan.
Ita mengatakan materi bilangan pecahan merupakan bagian dari pembelajaran dasar yang penting untuk memperkuat kemampuan berhitung.
“Hari ini kami belajar tentang bilangan pecahan. Kami mencoba memberikan materi dengan contoh-contoh sederhana agar lebih mudah dipahami. Anak Binaan cukup antusias mengikuti pembelajaran dan mau mencoba mengerjakan soal yang diberikan. Semoga kemampuan berhitung mereka semakin berkembang,” ungkap Ita.
Sementara itu, Dewi, Staf Pembinaan LPKA Martapura yang mendampingi kegiatan, menilai pendidikan tetap harus menjadi bagian dari proses pembinaan Anak Binaan.
Menurutnya, kemampuan yang diperoleh melalui pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin Anak Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Matematika menjadi salah satu pelajaran penting karena melatih ketelitian dan cara berpikir. Harapannya, ilmu yang mereka dapatkan tidak hanya berguna untuk mengikuti pendidikan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dewi.
Pembelajaran tersebut juga menjadi pengingat bahwa proses pembinaan anak tidak hanya berkaitan dengan aturan dan kedisiplinan. Ada aspek pendidikan yang perlu terus diperhatikan agar anak memiliki kesempatan memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depannya.
Kemampuan berhitung, misalnya, merupakan keterampilan dasar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari menghitung uang, memahami harga dan diskon, mengatur pengeluaran hingga menyelesaikan berbagai persoalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pendidikan bagi Anak Binaan memiliki manfaat yang lebih luas. Ketika mereka memperoleh kesempatan belajar, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk berpikir lebih teratur, teliti, mandiri dan percaya diri.
Bagi masyarakat, pembinaan semacam ini
juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak ketika nantinya kembali ke lingkungan sosial. Anak yang selesai menjalani masa pembinaan tetap membutuhkan ruang untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Melalui kerja sama dengan PKBM Insan Sekumpul, LPKA Martapura berupaya menjaga agar proses pendidikan tetap berjalan selama Anak Binaan menjalani masa pembinaan.
Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya dapat dilihat dari bagaimana seorang anak menjalani masa pembinaan, tetapi juga dari seberapa besar bekal yang mereka miliki ketika kembali ke masyarakat.
Dari belajar pecahan di ruang kelas, mereka tidak hanya diajarkan bagaimana menghitung angka, tetapi juga perlahan dibekali kemampuan untuk menghitung langkah menuju masa depan.
Pewarta: Ferdi Oetaya
Editor: Pranata
