RepublikBerita, Banjar – Pengawasan keamanan di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan rutin.
Kepala LPKA Martapura, Dwi Hartono, memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi lingkungan pembinaan tetap aman dan terkendali
Dwi Hartono bersama jajaran petugas struktural dan regu pengawasan menggelar razia insidentil di sejumlah kamar anak binaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari pengecekan badan anak binaan hingga bagian dalam kamar.
Sejumlah titik turut diperiksa, termasuk tempat tidur, ruang penyimpanan pakaian hingga kamar mandi.
Pemeriksaan dilakukan secara teliti dengan tetap mengedepankan prosedur serta pendekatan yang sesuai dengan lingkungan pembinaan anak.
Bagi Dwi Hartono, pengawasan tidak boleh berhenti pada kegiatan rutin.
Kondisi keamanan harus terus dipantau karena potensi gangguan dapat muncul sewaktu-waktu.
“Razia ini merupakan langkah pencegahan dan deteksi dini. Kita ingin memastikan lingkungan kamar tetap aman dan tertib serta tidak ada barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh lengah,” tegasnya.
Kehadiran langsung pimpinan dalam razia juga menjadi penegasan bahwa aspek keamanan menjadi perhatian bersama. Tidak hanya petugas pengawasan, jajaran struktural turut dilibatkan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan kamar anak binaan.
Melalui kegiatan tersebut, koordinasi antarpetugas sekaligus diperkuat. Setiap personel diminta memiliki kepekaan terhadap situasi di lingkungan LPKA dan tidak menunda pelaporan apabila menemukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan gangguan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan di LPKA Martapura dibangun melalui pengawasan berlapis, bukan hanya menunggu terjadinya persoalan.
Razia insidentil berlangsung tertib dan kondusif.
LPKA Martapura pun memastikan langkah preventif serupa akan terus dilakukan, baik melalui pengawasan rutin maupun pemeriksaan secara insidentil.
Bagi lembaga pembinaan anak, menciptakan suasana aman bukan sekadar persoalan menjaga ketertiban. Lingkungan yang kondusif menjadi bagian penting agar proses pembinaan dapat berlangsung dengan baik dan memberikan ruang bagi anak binaan untuk menjalani proses perubahan secara optimal.
Pewarta: Ferdi Oetaya
Editor: Pranata
