RepublikBerita, Banjarbaru – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru menggelar kegiatan penyuluhan mengenai Hantavirus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarbaru pada Rabu (3/6/2026) pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini ditujukan khusus kepada para petugas dan warga binaan sebagai langkah proaktif dalam mencegah serta mengendalikan penyebaran penyakit di lingkungan Lapas.
Acara ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, sebagai narasumber utama. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini adalah Kepala Seksi (Kasi) Surveilens dan Imunisasi, serta Plt Kasi P2PM yang juga menjabat sebagai Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Banjarbaru.
Kegiatan dibuka langsung oleh perwakilan Kepala Lapas Kelas II Banjarbaru. Dalam sambutannya, pihak Lapas menyampaikan apresiasi dan menekankan bahwa agenda edukasi kesehatan serupa dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional dari Aceh hingga Papua.
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Siti membagikan sejumlah fakta penting serta langkah kewaspadaan terkait Hantavirus yang perlu diwaspadai:
Bukan Penyakit Baru: Hantavirus bukanlah jenis penyakit yang baru muncul, meski namanya belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum.
Tingkat Kefatalan Tinggi: Jika penderita mengalami gejala yang parah, tingkat kematian (fatality rate) akibat virus ini dapat mencapai 38 persen.
Media Penularan: Dipicu oleh virus yang dibawa hewan pengerat, khususnya tikus. Penularan terjadi melalui kontak dengan air liur, urine, atau feses tikus yang terinfeksi.
Karakteristik Hewan Pembawa: Berbeda dengan hewan penular rabies, tikus yang membawa Hantavirus justru tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali sehingga sulit dideteksi secara kasatmata.
Gejala Klinis: Gejala awal menyerupai flu biasa, namun jika memburuk dapat menyebabkan gagal napas hingga gagal ginjal.
Sebagai langkah antisipasi, dr. Siti menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi habitat yang disenangi oleh tikus.
“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, kami sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta pastikan makanan dan minuman selalu dalam keadaan tertutup rapat,” jelas dr. Siti.
Melalui penyuluhan ini, Dinkes Banjarbaru berharap upaya pencegahan penyakit menular di area padat populasi seperti Lapas dapat semakin digalakkan, sesuai dengan prinsip bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.
Sumber: MC Banjarbaru
