RepublikBerita, Kalsel – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi hingga Mei 2026 telah menyentuh angka 244.873 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Masliyana, menyatakan bahwa target tahunan sebesar 402.802 hektare tersebut disusun berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama seluruh kabupaten/kota pada awal tahun.
“Hingga akhir Mei, realisasinya sudah mencapai sekitar 244.873 hektare atau 60,7 persen dari target,” ujar Masliyana, Selasa (2/6/2026).
Perkembangan capaian ini terus dipantau secara berkala melalui pendataan harian bersama dinas pertanian di tingkat kabupaten/kota se-Kalsel demi memastikan seluruh data wilayah terdokumentasi dengan baik. Data LTT yang dihimpun merupakan akumulasi dari kegiatan tanam reguler petani maupun program strategis pemerintah, seperti cetak sawah, optimasi lahan, hingga pengembangan padi gogo.
Kontribusi terbesar terhadap capaian LTT tahun ini didominasi oleh daerah-daerah sentra produksi padi utama di Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tapin.
Keempat daerah tersebut memiliki luas baku sawah yang signifikan sehingga menjadi penyumbang utama realisasi tanam di tingkat provinsi. Meskipun target awal tahun 2026 tercatat lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya, pihak dinas optimistis angka ini akan terus melonjak.
Sebagai gambaran perkembangan, tren capaian LTT Kalsel terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, luas tambah tanam tercatat mencapai 334.400 hektare, kemudian meningkat menjadi 410.932 hektare pada tahun 2024, dan kembali naik secara signifikan menjadi 478.837 hektare pada tahun 2025.
Menghadapi musim kemarau, DPKP Kalsel telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga laju tanam melalui penyaluran bantuan benih padi varietas unggul maupun lokal, serta pemanfaatan dana APBN. Petani juga diimbau untuk segera melakukan pengolahan lahan maksimal 20 hari setelah masa panen agar siklus tanam dapat berlangsung lebih cepat.
Potensi penambahan luas tanam diproyeksikan masih akan terjadi pada periode Juli hingga Agustus mendatang, khususnya di kawasan pertanian rawa seperti wilayah Alabio, Daha, dan Amuntai seiring dengan mulai surutnya genangan air di lahan tersebut.
Sumber: MC Kalsel
