Close Menu
    What's Hot

    Diduga Korupsi, Petinggi PDAM Barito Kuala Datangi Kejati Kalsel

    25/06/2026

    Pemkab Banjar Perkuat Pengelolaan SP4N-LAPOR!

    24/06/2026

    Berikan Kenyamanan, PTAM Intan Banjar Terus Lakukan Pembenahan

    24/06/2026
    Login
    • HOME
    • HUKUM
      • KRIMINAL
    • AGRIKULTUR
      • Pertanian
      • Perikanan
    • OLAHRAGA
    • NUSANTARA
    • DAERAH
      • Kalimantan Selatan
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Kabupaten Banjar
      • Kab Tapin
      • Kotabaru
      • Tanah Bumbu
    Home»DAERAH»Harga Emas dan Listrik Picu Inflasi Kalsel 5,97 Persen, Gubernur Muhidin Siapkan Langkah Pengendalian

    Harga Emas dan Listrik Picu Inflasi Kalsel 5,97 Persen, Gubernur Muhidin Siapkan Langkah Pengendalian

    adminadmin11/03/2026

    REPUBLIKBERITA.CO.ID, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat merespons lonjakan inflasi daerah yang saat ini tercatat berada di atas rata-rata nasional. Langkah strategis tersebut ditunjukkan melalui pertemuan koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin bersama sejumlah lembaga ekonomi nasional di Banjarmasin, Minggu (8/3/2026).

    Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak strategis, di antaranya Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan, serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Agenda utama yang dibahas adalah langkah konkret menindaklanjuti arahan Tito Karnavian terkait pengendalian inflasi daerah.

    Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), posisi inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional pada Februari 2026.

    Indikator Inflasi Februari 2026

    • Bulanan (mtm): Kalimantan Selatan 0,86% | Nasional 0,68%
    • Tahunan (yoy): Kalimantan Selatan 5,97% | Nasional 4,76%

    Menariknya, berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia yang inflasinya dipicu oleh kenaikan harga pangan, inflasi di Kalimantan Selatan justru lebih dominan berasal dari sektor non-pangan.

    Gubernur Muhidin mengungkapkan dua faktor utama yang menjadi pemicu tingginya inflasi tersebut. Pertama adalah dampak berakhirnya program diskon tarif listrik yang sebelumnya diberikan pemerintah. Pada Februari 2025, masyarakat masih menikmati potongan tarif listrik hingga 50 persen, sementara pada tahun ini kebijakan tersebut tidak lagi berlaku sehingga secara statistik menyebabkan lonjakan inflasi tahunan.

    Faktor kedua adalah tingginya minat masyarakat terhadap emas perhiasan. Di Kalimantan Selatan, emas tidak hanya dianggap sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen investasi populer. Dalam setahun terakhir, harga emas perhiasan tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 78,99 persen, yang turut memberi kontribusi besar terhadap inflasi daerah.

    “Seandainya tidak ada penyesuaian tarif listrik dan fluktuasi harga emas, inflasi kita sebenarnya diprediksi hanya berada di angka sekitar 1,87 persen,” jelas Gubernur Muhidin.

    Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi sektor pangan masih relatif stabil. Gubernur menegaskan bahwa stok bahan pokok menjelang Idulfitri dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, menambahkan bahwa selain emas perhiasan dan tarif listrik, terdapat beberapa komoditas yang tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi inflasi, di antaranya beras, daging ayam ras, serta sigaret kretek mesin.

    Sebagai langkah antisipatif jangka panjang, Gubernur Muhidin juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih instrumen investasi dan tidak hanya berfokus pada emas perhiasan. Diversifikasi investasi dinilai dapat membantu mengurangi volatilitas harga yang berkontribusi terhadap inflasi daerah.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.

    sumber : Humas Pemprov Kalsel

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Diduga Korupsi, Petinggi PDAM Barito Kuala Datangi Kejati Kalsel

    25/06/2026

    Pemkab Banjar Perkuat Pengelolaan SP4N-LAPOR!

    24/06/2026

    Berikan Kenyamanan, PTAM Intan Banjar Terus Lakukan Pembenahan

    24/06/2026

    Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel, DPKP Kabupaten Banjar Rutin Gelar Pelatihan Water Rescue

    23/06/2026

    DPR RI Dorong Amnesti Massal Napi di Kalsel, Pangeran Khairul Saleh: Negara Rugi Jika Terus Memelihara di Lapas

    23/06/2026
    Berita Pilihan

    Diduga Korupsi, Petinggi PDAM Barito Kuala Datangi Kejati Kalsel

    25/06/2026

    RepublikBerita, Kalsel – Penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PDAM Kabupaten Barito Kuala terus…

    Pemkab Banjar Perkuat Pengelolaan SP4N-LAPOR!

    24/06/2026

    Berikan Kenyamanan, PTAM Intan Banjar Terus Lakukan Pembenahan

    24/06/2026

    Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel, DPKP Kabupaten Banjar Rutin Gelar Pelatihan Water Rescue

    23/06/2026
    Our Picks

    Diduga Korupsi, Petinggi PDAM Barito Kuala Datangi Kejati Kalsel

    25/06/2026

    Pemkab Banjar Perkuat Pengelolaan SP4N-LAPOR!

    24/06/2026

    Berikan Kenyamanan, PTAM Intan Banjar Terus Lakukan Pembenahan

    24/06/2026
    Most Popular

    Gurih Manis Pedasnya Dawet Sambal di Jatimulyo

    06/09/2024

    Penghargaan WTN Ke-5 dari Kemenhub RI Untuk Pemkab Banjar

    09/09/2024

    Perpanjangan Jabatan Kades dan BPD di Kotabaru

    07/09/2024
    © 2026 - REPUBLIKBERITA.CO.ID
    • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?