RepublikBerita, Banjar – Kabar duka sekaligus mencekam menggelayuti warga Dusun Pangkalan, Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Sabtu (30/5/2026) sore kemarin, sebuah area persawahan yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara yang penuh tanda tanya besar, menyusul ditemukannya jasad seorang perempuan berinisial N (37).
Tragedi ini bermula saat korban berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 15.30 Wita untuk pergi ke sawah. Aktivitas bertani yang biasa dilakukan sehari-hari itu mendadak memicu firasat buruk ketika langit mulai temaram menjelang magrib, namun korban tidak kunjung menampakkan batang hidungnya di rumah.
Merasa ada yang tidak beres, suami korban memutuskan menyusul ke area persawahan sekitar pukul 18.30 Wita. Alih-alih mendapati sang istri sedang mengemas peralatan tani, ia justru menemukan belahan jiwanya sudah terbujur kaku di antara hamparan padi.
Sontak, jerit histeris dan kepanikan langsung memecah kesunyian dusun. Warga berdatangan, dan laporan pun segera meluncur ke meja kepolisian terdekat.
Kapolsek Pengaron, Iptu Suparman, bergerak cepat merespons laporan warga dengan menerjunkan personel ke lokasi penemuan jasad. Tim langsung memasang garis polisi demi mengamankan tempat kejadian perkara.
“Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut,” jelas Suparman, Minggu (31/5/2026).
Penyelidikan awal di lapangan langsung mengarah pada dugaan adanya tindak kekerasan, lantaran petugas menemukan luka pada tubuh korban. Kendati demikian, korps cokelat di Pengaron masih menahan diri dan enggan terburu-buru mengambil kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti hilangnya nyawa perempuan 37 tahun tersebut.
Demi mengurai benang kusut kasus ini, Polsek Pengaron telah berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Banjar untuk mengolah TKP secara mendalam dan memeriksa sejumlah saksi mata, termasuk mengorek informasi aktivitas korban sebelum tewas.
Kematian tragis di tengah sawah ini jelas memicu kasak-kusuk di tengah masyarakat, mulai dari isu kriminalitas murni hingga spekulasi liar lainnya yang jamak beredar di media sosial pasca-kejadian. Menanggapi riuhnya asumsi publik, Kapolsek Suparman buru-buru memasang pagar pembatas narasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan,” tutupnya, mencoba menenangkan tensi ketakutan warga.
Kini, bola panas penyelidikan berada di tangan penyidik. Publik Pengaron tentu berharap polisi bisa bekerja taktis mengumpulkan alat bukti agar tabir misteri di sawah Lok Tunggul ini segera terungkap terang benderang, bukan malah menguap menjadi kasus tak terselesaikan yang menyisakan trauma bagi warga desa.
