RepublikBerita, Banjarbaru – PTAM Intan Banjar terus mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah pelosok Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini difokuskan untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah ujung pelayanan agar segera mendapatkan akses air bersih yang layak.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Saiful Anwar, menjelaskan bahwa proyek penampungan air baku (intake) baru sedang berjalan di Kecamatan Sungai Tabuk. Infrastruktur ini disiapkan untuk mendistribusikan aliran air bersih dengan kapasitas mencapai 100 liter per detik.
“Insya Allah, September 2026 sudah running penyediaan air bersih 100 liter per detik,” ungkap Saiful pada Sabtu (13/6/2026).
Pembangunan SPAM ini diproyeksikan memberikan dampak luas bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di beberapa kawasan spesifik, meliputi:
Cakupan 100 Liter per Detik: Melayani kawasan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, hingga Desa Sungai Batang dan Desa Sungai Rangas di Kecamatan Martapura Barat.
Wilayah Ujung Pelosok: Mengatasi persoalan krisis air di sebagian area Desa Aluh-aluh, Tatah Belayung, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
Saiful menambahkan, investasi mandiri yang dikucurkan perusahaan untuk proyek konektivitas ini terhitung cukup besar. Beruntung, PTAM Intan Banjar juga mendapatkan suntikan dana segar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan senilai Rp31 miliar yang dinilai sangat membantu penguatan finansial proyek.
Selain proyek 100 liter per detik, manajemen kini tengah mempersiapkan makro-SPAM berkapasitas 500 liter per detik yang diplot untuk mencukupi kebutuhan air minum di enam kecamatan sekaligus.
Ketika disinggung mengenai dampak rencana pembangunan Waduk Riam Kiwa di Kecamatan Sungai Pinang oleh Pemkab Banjar, Saiful menilai potensi air baku tersebut sangat bagus. Meski lokasinya saat ini masih sepi dan memerlukan biaya perpipaan yang besar, infrastruktur itu berpotensi dikembangkan menjadi wilayah regional sehingga pasokan airnya dapat dimanfaatkan hingga ke daerah Hulu Sungai, seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Pewarta: Ferdi Oetaya
